Serangan Balik Jokowi Dinilai Sebagai Klarifikasi Politik

Analis politik Arif Nurul Iman berkomentar mengenai kampanye calon presiden Joko Widodo. Serangan balik Jokowi dinilai sebagai klarifikasi.

Serangan Balik Jokowi Dinilai Sebagai Klarifikasi Politik
Foto Muchli Jr - Biro Pers Setpres
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, mengecek bentuk tempe saat mengunjungi pasar di Kota Tangerang, Minggu (4/11/2018). 

Sebelumnya diberitakan Tribunnews.com, capres nomor urut 01 Joko Widodo kerap melontarkan sindiran kepada capres nomor urut 02 Prabowo Subianto dalam dua hari terakhir.

Sindiran yang dilontarkan Capres petahana itu, dilontarkan saat berkunjung ke sejumlah daerah. Semisal saat Jokowi berkunjung ke Semarang, Sabtu (2/2/2019).

Jokowi menyinggung agar masyarakat tak pesimisme. Terutama soal Indonesia akan punah.

Prediksi Indonesia bubar dan punah itu pernah disampaikan oleh Prabowo beberapa waktu lalu.

Jokowi berujar, tak ingin tinggal diam. Ia ingin menyampaikan apa adanya, dan tak ingin terus-terusan bersabar.

"Saya kan' menyampaikan apa adanya kan', masa saya diam terus? Saya suruh diam terus, saya suruh sabar terus, enggak dong. Sekali-sekali dong," ujar Jokowi menghadiri Rakornas Jenggala Center di Hotel JS Luwansa, Minggu (3/1/2019).

Jokowi membantah pernyataan-pernyataan yang dilontarkannya beberapa hari terakhir merupakan bentuk serangan kepada pihak tertentu.

"Menyerang, siapa sih menyerang?" ucap Jokowi.

Gaya komunikasi Jokowi mulai melontarkan sindiran-sindiran.

Terlihat saat berorasi politik di Semarang.

Halaman
123
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved