Breaking News:

Berkat Satpam Viral Slamet Gunaedi, Pelajar SMAN 4 Tangerang Selatan Histeris Didatangi JKT 48

Hal sama juga dituturkan Dinda, siswa kelas XI, meskipun ia tidak menggunakan motor, tapi ia mengakui Slamet sosok yang rajin dan ulet.

TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Pelajar SMAN 4 Tangerang Selatan (Tangsel) kegirangan karena kedatangan langsung JKT 48 di sekolahnya pada Senin (4/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT TIMUR - Siswa SMAN 4 Tangerang Selatan kegirangan karena kedatangan langsung JKT 48 di sekolahnya hari ini Senin (4/2/2019).

Kedatangan JKT 48 digandeng Honda untuk mengapresiasi kinerja Slamet Gunaedi, seorang Satpam viral, penjaga sekolah yang berada di Jalan WR Supratman, Pondok Ranji, Ciputat Timur, Tangsel itu.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, Slamet Gunaedi viral karena keebiasaannya mengatur parkir motor sangat telaten diurut berdasarkan warna dan tipe motor.

"Kami menghadirkan JKT 48 di sekolah ini khusus. Karena enggak semua sekolah mendaptat kesempatan bisa nonton langsung JKT 48. Dan juga kita ingin memberikan cinderamata kepada Pak Slamet," ujar Ario, Head of Marketing PT Wahana Makmur Sejahtera, perwakilan pihak Honda.

Namun apresiasi seperti lebih banyak kepada ratusan siswa SMAN 4, dari pada Slamet.

Slamet hanya mendapatkan perlengkapan berkendara, seperti jaket, helm, sarung dan lain-lain.

Sedangkan para siswa dapat menikmati penampilan JKT 48 yang kerap manggung dengan harga tiket masuk puluhan ribu rupiah.

Daffa, siswa kelas XI IPS mengaku senang sekolahnya kedatangan JKT 48.

Pelajar SMAN 4 Tangerang Selatan (Tangsel) kegirangan karena kedatangan langsung JKT 48  di sekolahnya pada Senin (4/2/2019).
Pelajar SMAN 4 Tangerang Selatan (Tangsel) kegirangan karena kedatangan langsung JKT 48 di sekolahnya pada Senin (4/2/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR)

Ia mengakui hal itu berkat sosok baik Slamet yang sudah mengatur parkir motor sangat rapi.

"Baik Pak Slamet. Ya pantaslah dapat penghargaan ini," ujar Daffa.

Hal sama juga dituturkan Dinda, siswa kelas XI, meskipun ia tidak menggunakan motor, tapi ia mengakui Slamet sosok yang rajin dan ulet.

"Iya gara-gara Pak Slamet jadi ada JKT 48," ujar Dinda.

Sementara, Slamet sama sekali tidak jumawa meskipun namanya dielu-elukan akibat kinerjanya yang baru diapresiasi belakangan ini.

"Enggak ngarepin, memang sudah tugas saya kok," ujar Slamet.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved