Breaking News:

Pemilu 2019

Kapolres Metro Bekasi Kota: Bully dan Intimidasi Jadi Pontesi Kerawanan Saat Pemilu 2019

Kami sudah evaluasi, TPS (tempat pemungutan suara) di kita termasuk aman, tapi kali ditanya potensinya apa, kalo saya lihat ini intimidasi dan bully.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto saat dijumpai di Perumahan Villa Taman Kartini, Rabu (31/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto mengatakan, sejauh ini, proses rangkaian Pemilu 2019 di Kota Bekasi masih berlangsung aman.

Namun dia menilai, ada potensi kerawanan yang mungkin akan banyak terjadi mendekati pemungutan suara 17 Aprik 2019 mendatang. Diantaranya kata dia, kerawanan aksi bully (pergunjungan) dan Intimidasi.

"Kami sudah evaluasi, TPS (tempat pemungutan suara) di kita termasuk aman, tapi kali ditanya potensinya apa, kalo saya lihat ini intimidasi dan bully," kata Indarto di Mapolres Metro Bekasi Kota, Senin, (4/2/2019).

Namun kata dia, masyarakat diharapkan jangan sampai tidak menggunakan hak suaranya lantaran takut di intimidasi atau di bully.

Persib Vs Persiwa Ditunda: Kondisi Si Jalak Harupat, Umuh Duga Ada yang Ingin Maung Bandung Kalah WO

Kategori bully atau intimidasi yang dimaksud kata dia berupa ejekan secara verbal atau non-verbal.

Misal, ketika datang ke TPS ada sekelompok orang yang sengaja menepuk tangan atau berteriak dengan tujuan menyindir itu bisa dikategorikan bully atau intimidasi.

"Saya menghimbau untuk segera melapor kalau kedapatan mendapatkan perlakuan seperti itu, yang jelas anggota polri dan linmas itu semua disebar, kalo ada yang membully, lapor, pasti saya tangkap itu orangnya," katanya.

Pengendali Narkoba Berjuluk Batman Tertangkap, Penyelundupan 16 Kilo Sabu Asal Malaysia Terbongkar

Kombes Pol Indarto menambahkan, tindakan membully sama saja dengan kejahatan kekerasan.

Setiap orang yang melakukan perbuatan tersebut dapat dikenakan pidana dengan ancaman lima tahun penjara.

"Membully kan termasuk ancaman kekerasan, di atas 5 tahun (hukuman). bisa ditahan itu pokoknya. itulah kita semua sodara, apapun pilihan politik kita, kembalikan ke hati nurani," ucapnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved