Manfaatkan Kolam untuk Budidaya Lele, Pengelola RPTRA Walang Baru Panen Per Tiga Bulan

Kolam yang berukuran sekira 3x1,5 meter tersebut sengaja diisi bibit ikan lele pertiga bulan sekali.

Penulis: Afriyani Garnis | Editor: Erlina Fury Santika
TribunJakarta.com/Afriyani Garnis
Pengelola RPTRA Walang Baru, Kartini ketika sedang memberi makan ikan lele, Senin (4/2/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Afriyani Garnis 

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Pengelola RPTRA Walang Baru, Koja, Jakarta Utara, budidayakan ikan lele melalui kolam yang tersedia di kawasan tersebut.

Kolam yang berukuran sekira 3x1,5 meter tersebut sengaja diisi bibit ikan lele pertiga bulan sekali.

Pengelola RPTRA Walang Baru, Kartini mengatakan dirinya dengan pengelola yang lain memang sepakat untuk memanfaatkan kolam tersebut untuk budidaya ikan lele.

Selain karena perawatannya yang mudah, ikan lele pun disukai banyak orang.

"Kita sengaja budidaya lele disini karena kan perawatannya mudah, tinggal kolamnya saja yang dibersihkan kalau sudah terlalu butek," kata Kartini pada wartawan TribunJakarta.com saat ditemui di RPTRA Walang Baru,  Senin (4/2/2019).

Pengelola hanya memberikan makan berupa pelet setiap harinya.

Selain pelet, pengelola melarang pengunjung RPTRA memberi makan ikan lele dengan nasi, roti, atau makanana lainnya.

"Kadang ada orangtua yang sedang memberi makan anaknya, main di dekat kolam, kemudian nasinya di lemparkan ke dalam kolam, nah itu kita kasih tahu bahawa tidak boleh," kata Kartini.

Setidaknya, 10 kilogram ikan lele sudah bisa dibudidayakan pada kolam tersebut setiap tiga bulannya.

Bahkan pengelola sudah memiliki langganan pedagang pecel lele yang bersedia menampung lele tersebut saat masa panennya tiba.

"Kita kebetulan sudah ada yang ngambil, pedagang pecel lele, terakhir kemarin ambil enam kilogram," ceritanya.

Hasil dari budidaya lele tersebut, dipergunakan pengelola untuk biaya pengelolaan RPTRA, baik memperbaiki yang rusak, sampai pengadaan barang.

"Hasil dari lele kebetulan sudah kemana-mana, AC perbaikinya dari lele, terus apa yang rusak hasil dari lele, banyak juga," sambungnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved