Tegur Pengendara Parkir Sembarangan, Petugas Dishub Kota Bekasi Nyaris Adu Jotos

Kejadian terjadi pada Senin, 4 Februari 2019, sekitar pukul 06.30 WIB, di Jalan Rawa Tembaga I.

Tegur Pengendara Parkir Sembarangan, Petugas Dishub Kota Bekasi Nyaris Adu Jotos
ISTIMEWA
Petugas Dishub Kota Bekasi nyaris adu jotos dengan seorang pria yang parkir sembarangan dan memanjat pagar Kantor Pemkot Bekasi.

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar 

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi nyaris adu jotos dengan seorang pria yang kedapatan parkir kendaraan sembarangan dan memanjat pagar Kantor Pemerintah Kota Bekasi.

Kejadian terjadi pada Senin, 4 Februari 2019, sekitar pukul 06.30 WIB, di Jalan Rawa Tembaga I, samping kantor Pemkot Bekasi, Margajaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi

Saat itu, Suriyanto, petugas Dishub yang juga Komandan Regu (Danru) tengah melakukan penjagaan di sekitaran kawasan kantor Pemkot Bekasi.

Namun tiba-tiba seorang pria yang mengendarai mobil B 1023 UYK mengalirkan kendaraanya di bahu Jalan Rawa Tembaga I. 

Kemudian, seorang petugas wanita Dishub Kota Bekasi bernama Vidya menegur pria tersebut agar tidak memarkirkan kendaraan di bahu jalan.

Bukannya memindahkan kendaraan, pria itu justru tidak mengubris permintaan petugas, ia malah keluar dari dalama kendaraanya untuk selanjutnya masuk ke dalam Kantor Pemkot Bekasi dengan cara memanjat pagar. 

"Sudah diarahkan (oleh petugas dishub atas nama Vidya),' pak mohon izin sudah ada larangan' parkir, tolong disana pak parkirnya', nah perempuan itu malah dimaki-maki, dia bilang begini 'euy kamu TKK ya, buat izin kamu' trus dia naik lewat pagar (pemkot)," kata Suriyanto saat dikonfirmasi, Senin, (4/2/2019).

Kemudian, petugas wanita itu melaporkan kejadian tersebut ke dirinya.

Suriyanto sebagai komandan regu merasa memiliki tanggung jawab atas apa yang menimpa anak buahnya.

"Setelah naik (pria yang parkir sembarangan) gak lama, kan (Vidya) laporan ke saya, gak mungkin dong anak buah saya perempuan dimaki-maki, saya diem aja," ucap Suriyanto

Suriyanto selanjutnya mencoba memanggil pria tersebut untuk segera memindahkan kendaraan.

Namun, pria itu justru nampak terlihat semakin kesal dan menghampiri Supriyanto.

"Dia turun (lewat pagar pemkot), belum apa-apa, tiba-tiba dia marah-marah, langsung ngajak berantem. Nah trus dia ngomong begini 'udah lo berantem ama gua lo, buka baju lo'," ucap Suriyanto.

Ditantang berkelahi rupanya tidak membuat Suriyanto gentar, dia justru menuruti permintaan pria tersebut dengan membuka baju dinasnya.

Kejadian itu nyaris menimbulkan perkelahian diantara keduanya.

"Setelah saya buka baju, (saya bilang) 'silahkan bapak pukul saya sudah buka baju'. 'silahkan kalo mau pukul'. 'aku udh nurutin kamu, apa yg kamu minta ke saya'," kata Suriyanto

Beruntung kejadian tidak sampai menyebabkan perkelahian.

Pria yang diketahui bernama Rizal itu kemudian beranjak pergi dengan meninggalkan lokasi sambil mengucapkan kalimat kasar sambil mengancam.

"Gak ada pemukulan, nah dia jalan, buka pintu (mobil) masih ngancam-ngancam (kata pelaku) 'oi kamu TKK perempuan, saya habisin kamu', katanya begitu," ucap Suriyanto sambil memeragakan perkataan pelaku. 

Adapun maksud dan tujuan pelaku ke Pemkot Bekasi diketahui datang sebagai tamu.

Prlaku u bukan pegawai pemkot melainkan mengaku sebagai wartawan. Kejadian tersebut juga sudah dilaporankan ke pihak kepolisian.

"Kayanya si bukan (pegawai pemkot), tapi denger-denger namanya Rizal katanya ngaku pers (wartawan), kejadian ini bukan sekali dua kali, kejadian sering sekali, anak buah saya ditantang-tantangin, sama orangnya," kata Suriyanto.

Suriyanto menegaskan, setiap pagi, gerbang kantor Pemkot Bekasi memang dikunci saat pelaksaan apel berlangsung.

Hal itu dilakukan agar setiap pegawai yang telah terpaksa harus menunggu pagar dibuka setelah apel pagi rampung.

Selain itu, kawasan Jalan Rawa Tembaga I tepatnya di samping kantor Pemkot Bekasi merupakan jalan yang hatus setril.

Dishub Kota Bekasi juga telah memasang rambu dilarang parkir disepanjang jalan tersebut. 

"Itu kan jalannya memang steril, diarahkan semua, buat semuanya ya pak, bukan buat ini (pegawai aja), buat semuanya termasuk Dishub gak boleh parkir sembarangan pak," katanya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved