Pedagang Burung Pipit Ikut Kebagian Berkah Imlek

"Kalau hari biasa Rp 2.500 dua ekor, tapi pas Imlek ini jadi Rp 1.500 per ekor karena memang harga dari pedagangnya sudah naik," kata Sam

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA
Pedagang burung pipit tengah melayani burung yang dijualnya kepada masyarakat Tionghoa di Wihara Dharma Bakti, Glodok, Tamansari, Jakarta Barat, Selasa (5/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMANSARI - Perayaan Tahun Baru Imlek memberikan berkah bagi para penjual burung pipit.

Hal itu karena banyak masyarakat Tionghoa yang membeli burung tersebut untuk mereka lepaskan kembali ke alam bebas.

Tak ayal, para penjual burung pipit meraup omzet cukup besar di saat momen Imlek.

Sam (40) pedagang burung pipit di Wihara Dharma Bakti, Glodok, Tamansari, Jakarta Barat mengatakan telah menjual lebih dari 2.500 burung pipit di hari ini.

"Sekitar Rp 2.500 udah kejual. Rata-rata yang beli itu minimal Rp 50 ribu," kata Sam ditemui di Wihara Dharma Bakti, Selasa (5/2/2019).

Sam mengatakan hari ini dia membawa sekitar 4.000 ekor burung pipit yang ia beli di kawasan Pasar Gembrong, Jakarta Timur.

Pedagang burung pipit tengah melayani burung yang dijualnya kepada masyarakat Tionghoa di Wihara Dharma Bakti, Glodok, Tamansari, Jakarta Barat, Selasa (5/2/2019).
Pedagang burung pipit tengah melayani burung yang dijualnya kepada masyarakat Tionghoa di Wihara Dharma Bakti, Glodok, Tamansari, Jakarta Barat, Selasa (5/2/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA)

Khusus Imlek, satu ekor burung pipit‎ itu dijualnya Rp 1.500. Harga tersebut memang naik dibanding saat hari biasa.

"Kalau hari biasa Rp 2.500 dua ekor, tapi pas Imlek ini jadi Rp 1.500 per ekor karena memang harga dari pedagangnya sudah naik," kata Sam.

Kendati telah menjual lebih dari 2.500 ekor burung pipit, Sam menyebut bila dibandingkan tahun lalu, omzetnya saat ini relatif menurun.

Sebab, di tahun lalu, sejak siang hari saat Imlek seluruh dagangannya telah habis terjual.

Namun, ia tetap optimistis seluruh burung pipitnya itu akan habis dibeli para masyarakat Tionghoa ‎yang merayakan Imlek di Wihara ini.

"Agak menurun memang karena tahun lalu jam segini sudah habis semua, tapi ini sekarang masih sisa," katanya.

Hal senada disampaikan Yadi (47) yang juga berjualan burung pipit di depan Wihara Dharma Bakti.

Hari ini, ia telah menjual sekitar 2.000 burung pipit untuk dilepaskan kembali oleh masyarakat Tionghoa yang datang ke tempat itu.

"Minimal yang beli Rp 50 ribu, saya kasih 33 ekor. Banyak juga yang beli Rp 100-150 ribu, namanya lagi Imlek kan orang belinya lebih banyak dibanding hari biasa," katanya.

Theresa (38) warga Tionghoa yang membeli burung pipit untuk dilepaskan kembali ke alam bebas mengatakan tradisi ‎itu memang sudah ada sejak lama.

"Ya memang sudah menjadi tradisi. Sepengetahuan saya‎ maknanya untuk menjaga kesinambungan alam karena kan burung itu hidupnya di alam bebas bukan disangkar," katanya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved