Dianggap Sudah Tidak Ideal, Gerbang Tol Cikarang Utama Segera Ditidakan

Sebagai gantinya, pihak Jasa Marga bakal membangun gerbang tol baru di Kilometer (KM) 70 dan 69.

Dianggap Sudah Tidak Ideal, Gerbang Tol Cikarang Utama Segera Ditidakan
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Gerbang Tol Cikarang Utama 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, CIKARANG - Jasa Marga berencana meniadakan Gerbang Tol Cikarang Utama di Jalan Tol Jakarta Cikarang.

Hal itu dilakukan lantaran gerbang tol tersebut dinilai sudah tidak ideal.

Sebagai gantinya, pihak Jasa Marga bakal membangun gerbang tol baru di Kilometer (KM) 70 dan 69.

General manager PT Jasa Marga Cabang tol Jakarta-Cikampek Raddy R Lukman, mengatakan, Gerbang Tol Cikarang Utama dinilai sudan tidak ideal lantaran adanya pembangunan proyek Jakarta Cikampek Eleveted II atau Tol Layang.

Dimana kata Raddy, proyek tersebut memakan sebagian lahan Gerbang Tol Cikarang Utama hingga menyebabkan pengurangan jumlah gardu yang dioerasikan dari yang semula 31 kini hanya bisa 24 gardu.

"Dampaknya bisa berpengaruh pada arus angkutan mudik, pier-pier Japek Eleveted juga berdampak pada efek bottle neck yang dapat menyebabkan antrian panjang," kata Raddy saat dikonfimasi, Rabu, (6/2/2019).

Raddy menjelaskan, dua gerbang tol baru di KM 70 berada di Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, sebagai akses menuju Tol Trans Jawa dan KM 69 di Sadang, sebagai akses menuju Tol Purbaleunyi.

"Kita targetkan sebelum arus mudik balik selesai, sekarang kita sudah mulai di KM 70 tes tanahnya, sehingga Cikarang Utama sudah tidak di sana lagi," jelas dia.

Fahri Hamzah Sebut Penahanan Terhadap Ahmad Dhani Bisa Menggerus Elektabilitas Jokowi

Selain itu, dengan ditiadakannya Gerbang Tol Cikarang Utama dan dibukanya gerbang tol baru di KM 70 dan 69 diharapkan dapat mengurai kepadatan dibanding. Sebab, arus kendaraan nantinya akan terpecah tidak menumpuk di satu gerbang.

"Kalau sekarang Cikarang Utama terima pergerakan baik yang ke timur dan Purbaleunyi sehingga bebannya sangat berat, dengan dipindah ke KM 70 dan 69 itu kendaraan nanati akan terpecah, saat ini beban ke Purbaleunyi itu sekitar 35 persen di Cikarang Utama," papar Raddy.

Raddy menambahkan, dengan ditiadakannya Gerbang Tol Cikarang Utama akan meribah sistem transaksi di Tol Jakarta Cikampek. Dimana nantinya transaksinya akan terbuka dan mengurangi frekuensi berhentinya kendaraan di gerbang tol.

"Jadi kalau terbuka yang tadinya dua kali menjadi satu kali sehingga akan mempercepat waktu perjalanan bagi pengguna jalan," jelas dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved