Pilpres 2019

Jokowi Siap Lakukan Kampanye Menyerang: Masa Empat Tahun Suruh Diam Saja

Jokowi menilai, dalam berkampanye memang diperlukan serangan atau offensive ke kubu lawan agar suara tetap terjaga di masyarakat.

Jokowi Siap Lakukan Kampanye Menyerang: Masa Empat Tahun Suruh Diam Saja
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Presiden RI, Joko Widodo saat meresmikan Tol Jawa Tengah di Jembatan Kalikuto KM 383, Jawa Tengah, Kamis (20/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Mendekati pemilihan presiden periode 2019-2024, calon presiden Joko Widodo (Jokowi) kerap menyampaikan serangan ke kubu Prabowo-Sandi saat menghadiri pertemuan dengan pendukungnya.

Jokowi menilai, dalam berkampanye memang diperlukan serangan atau offensive ke kubu lawan agar suara tetap terjaga di masyarakat.

"Kampanye kan perlu offensive," ujar Jokowi seusai menghadiri peringatan ke-72 tahun HMI di kediaman Majelis Pembina Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Akbar Tandjung di Jakarta, Selasa (5/2/2019) malam.

Jokowi menjelaskan, selama empat tahun menjadi Presiden, dirinya sering tidak merespon serangan dari oposisi. Sehingga, Ia menilai inilah waktu yang tepat untuk menjawab tudingan-tudingan kubu lawan.

Jenguk Ahmad Dhani, Fahri Hamzah dan Fadli Zon Ucapkan Salam Perpisahan

"Masa kita empat tahun suruh diam saja, ya tidaklah. Jadi empat tahun diem, masa suruh meneruskan," kata Jokowi.

Saat bertemu dengan relawan di Jawa Timur dan Jawa Tengah, Jokowi mulai melakukan serangan kepada pasangan Prabowo-Sandi.

Capres nomor urut satu tersebut, menduga tim sukses nomor urut dua menggunakan konsultan asing dengan memainkan strategi propaganda Rusia yang menyemburkan kebohongan kepada masyarakat.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jokowi : Kampanye Kan Perlu Menyerang, Masa 4 Tahun Diem Aja

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved