Pegawai KPK yang Dianiaya di Hotel Borobudur Harus Istirahat 5 Hari

"Yang bersangkutan (Gilang) membutuhkan perawatan setelah tindakan operasi dilakukan untuk bagian hidung dan ada jahitan di sekitar mata kiri korban,"

Pegawai KPK yang Dianiaya di Hotel Borobudur Harus Istirahat 5 Hari
Tribunnews.com/ Ria Anatasia
Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (24/4/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM- Muhamad Gilang Wicaksono, penyidik KPK yang menjadi korban pemukulan di Hotel Borobudur, Jakarta kini nasibnya serupa dengan Novel Baswedan, seniornya.

Mata sebelah kiri Gilang harus mendapatkan jahitan, hal yang sama juga dialami Novel saat diserang dan disiram air keras usai menjalankan ibadah salat Subuh oleh orang tidak dikenal yang hingga kini belum terungkap sosok sebenarnya.

"Yang bersangkutan (Gilang) membutuhkan perawatan setelah tindakan operasi dilakukan untuk bagian hidung dan ada jahitan di sekitar mata kiri korban," ujar Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah, Selasa (5/2/2019) kemarin.

Menurut Febri, berdasarkan informasi terakhir dari keluarga, pegawai KPK tersebut membutuhkan istirahat di rumah sakit sekitar empat hingga lima hari.

"KPK memastikan setiap risiko yang diterima pegawai dalam menjalankan tugasnya, merupakan tanggung jawab KPK secara kelembagaan, baik medis, keamanan ataupun pendampingan hukum," kata Febri.

Febri mengatakan, hasil dari proses visum nantinya akan menjadi alat bukti terkait peristiwa penganiayaan terhadap pegawai KPK. Selain itu, rekam medis termasuk operasi juga akan menjadi fakta yang menguatkan adanya tindak pemukulan yang dialami korban.

Febri Diansyah menuturkan pimpinan KPK telah menjenguk pegawai yang menjadi korban penganiayaan tersebut. Soal siapa yang melakukan penganiayaan terhadap Gilang, Febri belum bisa mengonfirmasikan.

Ia mempercayakan semua penanganan perkara kepada pihak kepolisian.

"Bukti-bukti seperti ini kami yakini akan berbicara dengan sendirinya tentang kondisi yang bersangkutan," ujar Febri.

"Untuk pertanyaan siapa yang melakukan penganiayaan, tentu akan lebih baik jika kita mempercayakan hal tersebut pada tim Polri yang sudah mulai bekerja," ujar Febri.

Halaman
12
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved