Pemkot Bekasi Anggarkan Rp 810 Juta untuk Pengadaan Karangan Bunga

Pada APBD tahun 2018, Pemkot Bekasi juga rupanya menggarkan pengadaan karangan bunga, namun jumlahnya jauh lebih sedikit yakni Rp 305.450.000.

Pemkot Bekasi Anggarkan Rp 810 Juta untuk Pengadaan Karangan Bunga
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Ilustrasi karangan bunga 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Pemerintah Kota Bekasi alokasikan anggaran sebesar Rp 810.250.000 hanya untuk pengadaan karangan bunga pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2019.

Berdasarkan data yang dipublikasi situs Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Bekasi, http://lpse.bekasikota.go.id/eproc4/lelang/6117359/pengumumanlelang, proses lelang pengadaan karangan bunga Pemkot Bekasi dilakukan satuan kerja Sekertarian Daerah.

Adapun dari data itu, lelang pengadaan karangan bunga diikuti sebanyak 23 perusahaan penyedia karangan bunga. Perusahaan yang berhasil memenangkan lelang yakni CV Jogja Floristh, penawaran yang diajukan perusahaan tersebut sebesar Rp 652.620.000.

Masih dari data yang sama, pada APBD tahun 2018, Pemkot Bekasi juga rupanya menggarkan pengadaan karangan bunga, namun jumlahnya jauh lebih sedikit yakni Rp 305.450.000.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Bekasi, Chairoman J Putro, mengatakan, dalam kontek penganggaran pengadaan karangan bunga, hal itu masih dapat dimungkinkan. Sebab, sebagai institusi, karangan bunga bisa dijadikan sebagai alat komunikasi dari Pemkot Bekasi yang ditunjukkan ke publik.

Unggah Foto Karangan Bunga untuk Ahmad Dhani yang Ditahan, Ari Wibowo Beri Sindiran Ini

"Karena ini merupakan alat komunikasi dalam event tertentu maka masih memungkinkan anggaran karangan bunga, tapi saya enggak tahu persis nih, anggaran ini pada saat dibuatnya itu misalnya ada warga nikahan kemudian dianggarkan apakah itu menjadi layak atas nama Rahmat Effendi dianggarkan dari APBD 2019," kata Chairoman, Rabu, (6/2/2019).

Namun dia menambahkan, jika karangan bungan tersebut ditunjukkan untuk event eksklusif misalnya pemberian karangan bunga ucapan hari jadi kepada intitusi seperti KONI atau MUI, dimana ada kepentingan publik di dalam institusi tersebut.

"Kaitan apa publik itu berkepentingan dengan acara yang bersangkutan, misal acara nikahan, lalu kemudian dana dari publik, nah pertanyaanya masyarakat berkepentingan gak dengan acara pernikahan orang sehingga dianggarkan dalam bentuk karangan bungan," katanya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved