Pilpres 2019

TERPOPULER: Putri Gus Dur Tanya Fadli Zon Soal Puisi Doa karena Sosok Ini, Bukan Jokowi

Alissa Wahid, putri KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tak mempersoalkan Jokowi atau Romahurmuziy dalam puisi terbaru Fadli Zon.

TERPOPULER: Putri Gus Dur Tanya Fadli Zon Soal Puisi Doa karena Sosok Ini, Bukan Jokowi
ISTIMEWA/Website NU.OR.iD
Putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Alissa Wahid. 

Ia balik memberikan cuitan. 

"Ya tapi "kau"-nya jadinya siapa kalau di situ ada bandar dan kacung yang bukan "kau"?

Doa sakral kenapa kau ralat
Dibisik kacung makelar

Tinggal minta maaf kalau sudah menghina. Tidak usah ngeles-ngeles," kata Alissa Wahid.

Iqbal membuat cuitan lagi.

"Yasudah, semoga Bapak @fadlizon bisa minta maaf secepatnya, dan beliau kembali membaca puisinya frasa per frasa. Kalau saya tetap pada intepretasi saya, pada akhirnya puisi ini semoga tidak terlalu menyinggung melebihi sikap yang saya tonton di video kemaren. Terimakasih," tulis dia.

Tak lama Alissa Wahid meluruskan maksudnya mempertanyakan kata Kau dalam puisi Doa yang Ditukar karya Fadli Zon

Alissa Wahid pun mendesak Fadli Zon memberikan klarifikasi segera.

 Arie Untung Beri Ucapan Mesra ke Fenita di Ultah Pernikahan, Komentar Mulan Jameela Diperdebatkan

 Anniversary ke-14, Arie Untung Ungkap Janjinya ke Orangtua Fenita Arie: Tak Tau Dia Bahagia atau Gak

Bahkan, ia mempreteli satu per satu kata dalam puisi tersebut. 

Dalam puisinya, Fadli Zon menuliskan kata kunci di antaranya sakral, sang bandar dan kacung makelar.

Alissa Wahid bertanya spesifik siapa yang menukar, siapa bandar yang merevisi dan siapa kacung yang membisiki penukar doa.

"Boleh.
Skr mohon jawab dulu supaya saya tak salah paham:

Doa sakral 
kenapa kau tukar
direvisi sang bandar
dibisiki kacung makelar.

Karena puisi Anda puisi politik, mohon jelaskan: 
Siapa yang menukar?
Siapa bandar yg merevisi? 
Siapa kacung yg membisiki penukar doa?," cuit kakak Yenny Wahid ini. 

Ia menegaskan langkahnya meminta klarifikasi lebih karena cintanya kepada Mbah Moen yang tak lain kiai sepuh yang alim dan menjadi panutan.

"Wankawan, mohon dicermati, saya tidak mengurus soal pak Romi atau bahkan pak Jokowi dalam soal puisi pak @fadlizon. Concern saya hanya soal Kyai Maimoen Zubair," tulis dia.

Fadli Zon rendahkan ulama

KH Moch Abdul Mu'min menyebut pernyataan Fadli Zon sudah melewati batas.

Fadli Zon dituding terus mempolitisasi doa Mbah Moen.

Upaya Fadli Zon yang terus mempolitisir doa Mbah Moen dianggap sebagai bentuk kurang hormat terhadap ulama sepuh sarat ilmu dan alim.

"Rasulullah memerintahkan agar kita menghormati ulama, takzim kepada ulama, karena ulama adalah yang mengurus umat dan yang memerdekakan republik ini,” ucap pimpinan Pondok Pesantren Roudlotul Hasanah Subang ini dilansir Tribunnews.com pada Senin (4/2/2019).

Kiai Abdul Mu'min meminta politikus lainnya tidak mengikuti tindakan Fadli Zon membuat puisi Doa yang Ditukar.

Menurut dia isi puisi doa disebut merendahkan ulama dan pesantren.

“Saya sudah baca puisi Fadli itu dan isinya merendahkan ulama dengan mengatakan doanya ditukar. Para politisi jangan kurang ajar pada ulama. Pesantren itu sudah berumur ratusan tahun, sementara politisi baru lahir kemarin sore,” tegas dia.

Bila para politikus sudah tidak punya adab kepada ulama, maka yang terjadi ialah timbul kekhawatiran bagaimana menjaga negeri ini ke depan.

Sebab, kaum alim ulama punya tugas penting dalam menjaga keutuhannya selama ini.

“Setiap sesuatu jika dipandang dengan hati benci, jangankan yang salah, yang benar pun disalahkan,” cetus pengurus NU Subang itu. (TribunJakarta.com/Warta Kota)

Penulis: yogi gustaman
Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved