Breaking News:

Kabar Artis

Hotman Paris Singgung Pimpinan Parpol di Prostitusi Kelas Atas: Main di Hongkong Pakai Private Jet

Pengacara Hotman Paris mendengar cerita wanita melayani seks kelas atas dan kliennya pimpinan partai politik. Main di Hongkong gunakan private jet.

Penulis: Yogi Gustaman | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Tangkapan layar YouTube Hotman Paris Show
Hotman Paris bersama bintang tamu dengan teman Prostitusi Tak Pernah Mati yang tayang di YouTube Hotman Paris Show pada Rabu (6/2/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Pengacara Hotman Paris bergaul dengan banyak orang, dari kalangan selebriti, model, sampai konglomerat.

Ia bercerita berdasar pengakuan temannya ada wanita memberikan layanan seks kelas atas kepada pimpinan partai politik.

Hal itu disampaikan Hotman Paris di Hotman Paris Show yang tayang pada Rabu (6/2/2019) malam dengan tema Prostitusi Tak Pernah Mati.

Orang bilang, profesi paling purba tak lain prostitusi.

Dalam program kali ini, Hotman Paris mengundang bintang tamu di antaranya penyanyi Evelin alias EK, Baby Shu dan penulis Jakarta Undercover, Moammar Emka.

Mulanya Moammar Emka mengupas seluk beluk prostitusi kelas atas di mana yang berbicara bukan lagi rupiah tapi dollar hingga private jet.

Menurut dia, prostitusi kelas atas diikat dengan namanya kontrak nikah.

Gede Widiade Mundur dari Persija Jakarta: Capai Target Hingga Temuan Dokumen Keuangan yang Dirusak

Tak Terhitung Berapa Kali Pacaran, Hotman Paris Puji Meriam Bellina: The Greatest Love of My Life

Cerita Hotman Paris Menangisi Dua Perempuan Berharga: Diikuti Penyesalan dan Kebanggaan

Sandiaga Uno Dikejar Fans Perempuan Lalu Histeris, Budiman Sudjatmiko: Saya Enggak Sefakir Itu

"Kontrak nikah itu ada perjanjian. Apartemennya nilai berapa, terus uang sakunya berapa, mobilnya apa, asuransi kesehatannya senilai berapa, ada semua," aku Moammar Emka.

Co-host Melaney Ricardo lalu menegaskan dengan bertanya apakah dengan begitu kontrak nikah hanya kedok Moammar Emka pun mengiyakannya.

Moammar Emka kemudian berguyon.

Kebanyakan wanita yang terlibat prostitusi kelas atas adalah 'PR.'

"Yang paling banyak jadi PR (piar). Piaraan bang," aku Moammar Emka.

Hotman Paris ikut menimpali.

Menurut dia, si wanita tak hanya menjadi peliharaan satu orang, tapi bahkan bisa dua sampai tiga orang.

Mereka yang memelihara si wanita tersebut adalah konglomerat muda.

"Mending cuma satu. Kadang dia (wanita, red) satu tapi cowoknya tiga, semuanya konglo (konglomerat, red) muda," beber Hotman Paris.

"Cowoknya dua atau tiga. Apartemen dari ini, tas Hermes dari ini. Itu jauh lebih makmur dari sekretaris yang kerja dari pagi sampai malam," lanjut dia.

Hotman Paris membandingkan wanita peliharaan konglomerat lebih kaya ketimbang sekretaris.

Ia menaksi gaji pertama sekretaris normalnya Rp 5 juta, sesudah lima tahun menjadi Rp 10 juta.

"Sementara di sana lenggak lenggok doang langsung dapat. Apartemen di Kokas saja Rp 200 juta," ucap dia.

Barulah Hotman Paris bercerita banyak temannya yang artis dan model.

Ayah tiga anak ini mengaku ternyata ada prostitusi yang jauh lebih mahal.

"Ada seorang cewek pernah mengaku mau ML dengan seorang pimpinan partai politik yang sangat religus. Pimpinan partai politik yang sangat religius, bahkan lembaga negara. Caranya adalah sewa private jet dari Cengkareng, Halim, mainnya di Hongkong," kata Hotman Paris.

"Serius, mainnya di Hongkong," tegas dia.

Hotman Paris menjelaskan prostitusi model begini membuat publik tak tahu, apalagi tidak menggunakan pesawat komersil.

Moammar Emka menimpali, prostitusi yang Hotman Paris sebut tersebut masuk kategori pelesir seks.

"Itu semua lengkap mulai dari private jet, shoping di mana, nginep di mana, berapa hari. Pulang-pulang rekening penuh tuh. Tapi enggak cuma rekening doang, kan juga belanja," aku Moammar Emka.

Hotman Paris kembali fokus pada cerita tentang pimpinan parpol tersebut.

Menurut dia, yang bermain di sini bukan si pimpinan parpol tapi melalui ajudannya.

Si ajudanlah yang menjemput wanita panggilan untuk bosnya.

"Mereka hampir tidak pernah berdua karena ajudan yang bermain, menjemput dan si cowok sudah tunggu di pesawat," terang Hotman Paris.

Moammar Emka kembali berseloroh, model prostitusi kelas atas tidak ditemukan proses transfer seperti kasus Vanessa Angel.

Vanessa Angel belakangan ditetapkan sebagai tersangka kasus prostitusi dan dijerat UU ITE.

Penyidik Polda Jawa Timur menemukan percakapan pesan pendek berupa teks berikut distribusi foto dan video.

Tarif Vanessa Angel kepada muncikarinya menurut Kapolda Jatim hanya Rp 40 juta.

Namun, di tangan muncikarinya kemudian digelembungkan dan sampai ke pelanggan tarif Vanessa Angel menjadi Rp 80 juta.

Dari ponsel sejumlah muncikari yang ditetapkan sebagai tersangka polisi menemukan aliran transfer.

Menurut Moammar Emka, prostitusi kelas atas tak ditemukan transfer uang.

"Jadi tidak ada transfer ala Surabaya. Kan cash, dollar, kan dollar jadi kecil lipatan ini (kertasnya)," beber Moammar Emka.

Tonton selengkapnya di sini:

Edisi Hotman Paris Show sebelumnya sempat menyinggung prostitusi artis.

Hotman Paris pernah mengundang narasumber Robby Abbas, mantan muncikari artis dan model.

Ia menjelaskan alasan tarif prostitus online yang melibatkan artis begitu mahal.

"Robby Abbas mengaku bahwa hanya di Jakarta telah melakukan transksi antara cewe dengan berbagai pejabat dan pengusaha.

Menariknya adalah kenapa artis itu, kenapa prostitusi online terutama model dan artis itu menjadi mahal.

Kenapa orang segampang itu membayar hanya dua jam Rp 80 juta," ucap Hotman Paris.

Menurut Hotman Paris, penyebab tingginya tarif prostitusi artis berkaitan dengan kelancaran suatu proyek.

Transaksi prostitusi online, kata Hotman Paris, dilakukan pengusaha untuk melancarkan proyek.

"Ternyata penyebabnya banyak transaksi esek-esek itu dilakukan pengusaha dalam kaitan dengan melancarkan proyek.

Sehingga tentu karena untuk lobi jadi cewe diserahkan kepada tamu, pejabat untuk lobi," katanya.

"Kenapa begitu gampangnya, kenapa harga jadi naik? karena yang bayar kan perusahaan. Jadi untuk lobi proyek uang Rp 50 juta, Rp 100 juta, Rp 80 juta itu uang kecil," papar dia.

"Makanya si Robby Abbas pernah bilang dia pernah sampai kalau artis punya nama sampai Rp 150 juta untuk layani pejabat atau pengusah, dua jam," ucap Hotman Paris.

Lantas, Hotman Paris pun mempertanyakan apakah hal tesebut termasuk ke dalam gratifikasi atau suap masih menjadi perdebatan.

"Dari segi hukum belum ada undang-undangnya sehinga jadi persolaan," jelasnya.

Ia pun kembali bertanya apakah Komisi Pemberantasan Korupsi dapat menangani prostitusi artis bila transaksi tersebut dinilai sebuah gratifikasi atau suap.

"Boleh enggak KPK OTT pejabat yang sedang berdua di kamar hotel yang cewenya notabene dikirim pengusaha.

Menurut Robby itu terjadi sangat banyak sekali, sehingga aspek hukumnya perlu dipikiran, apakah itu termasuk gratifikasi atau suap," tukasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved