Kalah Saing Jajanan Baru, Omzet Penjual Gulali 'Rambut Nenek' Tak Semanis Rasanya

Rata-rata, dalam sehari ia hanya menjual 10-15 gulali rambut nenek yang ia bawa menggunakan sepeda motornya.

Kalah Saing Jajanan Baru, Omzet Penjual Gulali 'Rambut Nenek' Tak Semanis Rasanya
TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA
Jaelani sedang membuat gulali rambut nenek yang dijualnya, Kamis (7/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBON JERUK - Gulali 'rambut nenek' menjadi salah satu jajanan masa kecil era 2000-an yang hingga kini masih bisa dijumpai.

Rasanya yang manis dan bentuknya yang menarik membuat banyak orang menyukai jajanan murah meriah ini.

Namun, keberadaan gulali rambut nenek ini memang sekarang sudah ‎tak sefavorit beberapa tahun silam.

Banyaknya jajanan model baru yang ada membuat jajanan jadul seperti gulali rambut nenek ini sudah mulai terpinggirkan.

Jaelani (40) pedagang gulali rambut nenek yang ditemui di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat membenarkan bahwa omzet penjualannya saat ini tak bisa dibilang banyak.

Menurutnya, rasa manis yang ada di gulali rambut nenek berbanding jauh dengan omzet yang ia dapatkan.

Rata-rata, dalam sehari ia hanya menjual 10-15 gulali rambut nenek yang ia bawa menggunakan sepeda motornya. 

Selain berkeliling ke sekolah-sekolah, Jaelani juga mangkal di Jalan Tanjung Duren Utara sejak siang hingga sore hari, tepatnya di sebelah kali Sekretaris.

"‎Dibilang banyak yang beli juga enggak, dibilang enggak laku juga enggak. Jadinya ya biasa-biasa aja. Rata-rata sehari bersih dapat Rp 50 ribu lah yang penting cukup buat keluarga dirumah. " kata Jaelani kepada TribunJakarta.com, Kamis (7/2/2019).

Jaelani menjual gulali rambut neneknya itu secara eceran yakni Rp 2.000 serta per plastik yang berisi 5 gulali seharga Rp 10.000.

Gulali itu diambilnya dari seorang produsen di kawasan Kembangan, Jakarta Barat.

"Saya ambil secukupnya aja karena kan ini bertahannya cuma dua hari saja. Kalau lebih dari itu mau enggak mau ya harus dibuang kalau enggak laku," katanya.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved