Breaking News:

Terlibat Peredaran Narkotika Internasional, Narapidana Lapas Tangerang Dituntut 19 Tahun Penjara

Erwin berperan sebagai penghubung sindikat peredaran sabu yang dikirim dari Belgia, dia diminta mencarikan alamat agar pengiriman 3 ribu ekstasi.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Tampak depan Kejari Depok Jumat (8/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CILODONG - Erwin Hehamahua, terdakwa penyalahguna narkotika yang terlibat sindikat peredaran ekstasi dan sabu internasional dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Depok Rozi Julianto hukuman 19 tahun penjara.

Dalam sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Depok beberapa waktu lalu, Erwin dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana dalam pasal 114 ayat 2 juncto 132 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Terdakwa dituntut 19 tahun hukuman penjara oleh Jaksa. Dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 114 ayat 2 juncto 132," kata Humas Pengadilan Negeri Depok Nanang Herjunanto, Jumat (8/2/2019).

Dalam amar tuntutan, Erwin berperan sebagai penghubung sindikat peredaran sabu yang dikirim dari Belgia, dia diminta mencarikan alamat agar pengiriman 3 ribu ekstasi dan 450 gram sabu mendarat di Indonesia.

Lantaran Erwin merupakan narapidana Lapas Kelas II A Tangerang, Erwin meminta Faizal Aminudin Muchlis untuk mencarikan orang yang bersedia jadi penerima atau perantara.

Faizal merupakan teman satu sel Erwin yang masih memiliki jaringan dalam peredaran narkotika sehingga dapat memuluskan pengiriman ribuan ekstasi dan ratusan sabu itu.

Della Perez Dikaitkan Percakapan Antar Muncikari Soal Rp 30 Juta hingga Kehilangan Arah Tanpa Jupe

"Terdakwa berperan sebagai penghubung, dia narapidana Lapas Kelas II A Tangerang. Dari dalam penjara dia meminta kepada teman satu selnya agar dicarikan orang yang mau jadi perantara," ujarnya.

Karena perentara atas nama Yeyen dan terdakwa Ilham Saputra yang dituntut 15 tahun penjara beralamat di Kecamatan Cinere, Depok, Erwin diadili di PN Depok.

Saat mendengar kabar Ilham dicokok personel Badan Narkotika Nasional (BNN) pada pertengahan Juni 2018 lalu, Erwin langsung mematahkan sim card-nya guna menghilangkan jejak.

Bongkar Pesan Suara Olga Syaputra yang Tak Pernah Dipublikasikan, Raffi Ahmad: Pas Jenguk Gue di BNN

"Terdakwa Erwin sempat menyerahkan uang Rp 5 juta kepada Faizal agar dicarikan alamat yang jadi penerima paket. Karena sebagian besar saksi bertempat tinggal dan ditahan di Depok maka terdakwa diadili di Pengadilan Negeri Depok," tuturnya.

Erwin dan Faizal diringkus personel BNN tak lama setelah Ilham diperiksa jadi tersangka, mereka terbukti terlibat sindikat peredaran ekstasi dan sabu yang dikirim dari Belgia atas nama Jhon Mice Van Scho.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved