Jokowi Batalkan Remisi Pembunuh Wartawan, Alissa Wahid Soroti Kiai Nur Aziz Pembela Petani di Kendal

Jokowi batalkan remisi pembunuh wartawan Bali, Alissa Wahid singgung soal Kiai Nur Aziz pembela petani di Kendal.

Jokowi Batalkan Remisi Pembunuh Wartawan, Alissa Wahid Soroti Kiai Nur Aziz Pembela Petani di Kendal
ISTIMEWA/Website NU.OR.iD
Putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Alissa Wahid. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Putri pertama Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menanggapi terkait pembatalan remisi pembunuh wartawan Bali oleh Presiden ke-7 Republik Indonesia, Jokowi.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi telah menandatangani pembatalan remisi untuk I Nyoman Susrama, terpidana pembunuh jurnalis Radar Bali AA Gde Bagus Narendra Prabangsa.

"Pembatalan ini setelah mendapatkan masukan-masukan dari masyarakat, termasuk dari rekan-rekan jurnalis. Saya perintahkan kepada Dirjen Lapas Kemenkumham menelaah dan mengkaji pemberian remisi itu. Kemudian Jumat kemarin telah kembali di meja saya. Sudah sangat jelas sekali sehingga sudah diputuskan sudah saya tanda tangani untuk dibatalkan," ujar Jokowi dilansir dari Kompas.com. 

Pembunuh wartawan Bali itu mendapatkan remisi berupa pengurangan masa hukuman penjara seumur hidup menjadi 20 tahun penjara.

Keputusan remisi itu didasarkan pasal Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 174 Tahun 1999 Tentang Remisi.

Pembatalan remisi pembunuh wartawan Bali itu juga sempat didesak berbagai kalangan, dari pihak PDI Perjuangan hingga kalangan praktisi hukum.

PDI Perjuangan meminta agar Pemerintah segera membatalkan remisi yang diberikan kepada I Nyoman Susrama, pelaku pidana pembunuhan wartawan AA Narendra Prabangsa.

"Remisi ini harus ditinjau ulang dan dicabut. PDI Perjuangan merekomendasikan pembatalan remisi tersebut, dan kami yakin pemerintahan demokratis Pak Jokowi akan membatalkan remisi tersebut," ujar Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto dilansir Tribunnews.com.

Addie MS dan Faldo Maldini Saling Serang di Twitter, Alissa Wahid: Yah, Jadi Sedih Saya

Prabowo Taksir APBN Bocor Rp 500 Triliun: JK Bantah Kebocoran Capai 25 Persen, KPK Beri Masukan

Dikenal Sebagai Pendukung Prabowo, Rocky Gerung Kerap Acungkan 1 Jari Simbol Jokowi, Ini alasannya

UPDATE Adi Saputra yang Ngamuk Banting Motor, Terancam 6 Tahun Penjara & Menangis Cium Tangan Polisi

Gibran Rakabuming Bereaksi Ketika Fadli Zon Persoalkan Sosok Jan Ethes di Kampanye Jokowi

Hasto menyatakan pihaknya menilai satu di antara indikasi demokrasi yang sehat adalah kebebasan pers.

"Indonesia harus bebas dari intimidasi, dan kekerasan terhadap insan pers," tegasnya.

Halaman
1234
Penulis: Kurniawati Hasjanah
Editor: Ilusi Insiroh
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved