Breaking News:

Kabar Artis

Pujian Mandala Shoji untuk Sang Istri Sebelum Ditahan, Maridha Deanova Percaya Suaminya Jadi Hafiz

Mandala Abadi Shoji resmi ditahan. Ia sempat memberikan pesan untuk anak dan memuji Istrinya sebelum menyerahkan diri.

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika | Editor: Muhammad Zulfikar
DOK PANWASLU JAKARTA SELATAN/ Kompas.com
Caleg DPR RI dari Partai Amanat Nasional Mandala Abadi menjalani sidang vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (21/1/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Calon legislatif (caleg) dari Partai Amanat Nasional (PAN) Mandala Abadi Shoji resmi ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Salemba, Jakarta Pusat usai menyerahkan diri pada Jumat (8/2/2019) sore.

Mandala Shoji menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat didampingi keluarga dan pengacara, Elza Syarief.

Ia menyerahkan diri tepat di hari terakhir batas waktu pencariannya sebelum dinyatakan buron.

Mandala Shoji diketahui divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri (PN) Jakara Pusat atas dugaan Pelanggaran Pemilu berupa bagi-bagi kupon umrah saat kampanye, Oktober 2018 lalu.

Sebagaimana dilansir dari laman Kompas.com, Mandala Shoji terbukti melakukan tindak pidana pelanggaran Pemilu.

Putusan pengadilan yang dibacakan pada 18 Desember 2018 itu pun memvonis Mandala hukuman tiga bulan penjara dan denda Rp 5 juta subsider satu bulan kurungan.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Jakarta Pusat Halman Muhdar mengatakan, pelanggaran pemilu dilakukan oleh Mandala saat ia bersama caleg DPRD DKI dari PAN, Lucky Andriani melakukan kampanye di Pasar Gembrong Lama, Jakarta Pusat pada 19 Oktober 2018.

14 Remaja Penjaga Parkir Liar Jadi Komplotan Maling Motor di Ciputat

Della Perez Tegar Hadapi Tuduhan Prostitusi Online, Ingat Perjuangan Jupe

"Mandala adalah caleg DPR RI, sementara Lucky adalah caleg DPRD DKI Jakarta. Keduanya diduga membagikan kupon berhadiah umrah kepada masyarakat yang hadir. Kasus itu (dugaan politik uang caleg PAN) ditemukan oleh Bawaslu," kata Halman, 27 Desember 2018.

Banding Mandala merasa keberatan dengan putusan pengadilan, sehingga ia mengajukan banding ke PN Jakpus pada Desember 2018.

Pengacara Mandala, Muhammad Rullyandi mengatakan, kliennya menempuh upaya banding lantaran vonis yang dijatuhkan majelis hukum tidak sesuai dengan fakta.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved