Bocah 2 Tahun Tewas di Tangan Ayah Tiri, Diduga Dianiaya Dari Bekap Hingga Dibanting

Seorang pengamen jalanan, Hari Kurniawan (24) tega menganiaya anak tirinya, Fitri (2) hingga tewas. Bekap mulut hingga mulut berdarah

Bocah 2 Tahun Tewas di Tangan Ayah Tiri, Diduga Dianiaya Dari Bekap Hingga Dibanting
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Proses pemakaman Fitri (2) di satu TPU Kelurahan Cimpauen, Tapos, Depok, Sabtu (9/2/2019) 

Bekap Mulut

Hari Kurniawan (25) mengaku menghabisi nyawa anak tirinya Fitri (2) pada Jumat (9/2/2019) sekira pukul 17.00 WIB di kontrakannya Jalan Haji Kahfi RT 01/RW 09 Kelurahan Cimpauen, Kecamatan Tapos, Depok.

Latifa (60), satu saksi kasus pembunuhan mengatakan Hari yang sempat panik dan meminta pertolongan warga karena Fitri tak bernafas mengakui perbuatannya kepada penyidik Unit PPA Satreskrim Polresta Depok.

"Dia mengaku membunuh anaknya. Mengakunya pas diperiksa sama polisi di Polres, sebelumnya sempat dibawa ke Polsek Cimanggis juga. Saya tahu karena diperiksa jadi saksi di Polres," kata Latifa di Tapos, Depok, Sabtu (9/2/2019).

Kepada penyidik, Hari mengaku menyiksa anak tirinya atau putri dari istrinya, Eni (19) dengan cara membekap mulut Fitri selama beberapa saat.

Latifa menyebut bagian dalam mulut Fitri terluka hingga mengeluarkan darah, hal ini dia ketahui karena satu mobil dengan jasad saat pergi ke Polsek Cimanggis dan Polresta Depok.

"Mulutnya dibekap begitu, saya sempat lihat bagian dalam mulut Fitri berdarah. Saya diperiksa di Polres dari jam 10 sampai jam lima pagi, ini saja masih belum tidur," ujarnya.

Bayu (69), tetangga sekaligus suami Latifa yang mendampingi Hari ke Rumah Sakit menuturkan Fitri sempat dibawa ke Bidan Rasenih guna memastikan kondisi bayi yang letaknya tak sampai lima menit dari kontrakan.

Oleh Bidan, Fitri diberi alat bantu pernafasan dan dinyatakan masih bernyawa, namun Bidan menyarankan dibawa ke RS yang memiliki peralatan medis lebih lengkap.

Karena tak ada warga yang memiliki uang, Fitri dibawa ke dokter Johan yang membuka praktek di RW 05 Kelurahan Cimpauen, namun dirujuk kembali ke RS oleh dokter Johan.

Halaman
1234
Penulis: Bima Putra
Editor: ade mayasanto
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved