Fadli Zon Kritik Pemberian Medali Kemerdekaan Pers untuk Jokowi

Fadli memberi contoh paling baru adalah isu pemberian remisi terhadap pembunuh wartawan Radar Bali.

Fadli Zon Kritik Pemberian Medali Kemerdekaan Pers untuk Jokowi
TribunJakarta/Nawir Arsyad Akbar
Waketum Partai Gerindra, Fadli Zon usai menghadiri deklarasi Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (APTSI), di Gedung Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (26/1/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM- Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengkritik pemberian medali Kemerdekaan Pers untuk Presiden Joko Widodo.

Menurut dia, penghargaan tersebut tidak sesuai dengan praktik kemerdekaan pers di lapangan.

"Pemberian penghargaan Kemerdekaan Pers kepada Joko Widodo pada puncak peringatan Hari Pers Nasional yang diselenggarakan di Surabaya 9 Februari 2019, sangat ironis. Ini seharusnya membuat insan pers merasa prihatin," ujar Fadli Zon melalui keterangan tertulis, Sabtu (9/2/2019).

Fadli memberi contoh paling baru adalah isu pemberian remisi terhadap pembunuh wartawan Radar Bali. Meskipun pada akhirnya Jokowi telah mencabut remisi itu.

Fadli Zon juga menyoroti fenomena "blackout" terhadap pemberitaan yang merugikan Jokowi.

Fadli mengatakan itu membuat medali Kemerdekaan Pers untuk Jokowi pantas dikritik.

Dia menyayangkan pemberian medali ini karena seolah menyanjung penguasa. Padahal seharusnya lembaga pers harus mengedepankan fungsi kontrol mereka terhadap pemerintah.

"Tugas pers memang bukanlah menyanjung-nyanjung pemerintah, tapi mengawasi mereka," kata dia.

Dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional, Fadli mengatakan, ancaman terbesar kebebasan pers saat ini ada di insan pers sendiri. Khususnya terkait sikap partisan para pemilik media.

Di tengah situasi itu, dia berharap pers di Indonesia bisa tetap menjadi pilar keempat demokrasi.

Halaman
1234
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved