Langkah Politik Ahok Masuk PDI Perjuangan: Kesaksian Sahabat, Kader Biasa, Enggan Jadi Menteri

Pilihan politik Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok setelah bebas sudah ditetapkan. Ia memilih menjadi kader PDI Perjuangan.

Langkah Politik Ahok Masuk PDI Perjuangan: Kesaksian Sahabat, Kader Biasa, Enggan Jadi Menteri
TRIBUN BALI/RIZAL FANANY  
Mantan Gubernur DKI Jakarta,Basuki Tjahja Purnama (BTP) sambangi Sekretariat Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) provinsi Bali di jalan Banteng Baru, Denpasar, Jumat (8/2/2018). BTP bersilaturahmi dengan pengurus dan anggota PDI-P disela menikmati liburan di bali.  

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Pilihan politik Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok setelah bebas sudah ditetapkan. 

Mantan Bupati Belitung Timur itu memilih bergabung dan menjadi kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Sahabat Ahok yang pernah mendampinginya menjadi tatkala memimpin DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, membuat pengakuan.

Djarot membeberkan kenapa PDI Perjuangan menerima Ahok sebagai kader seperti dilansir Tribun Medan dalam artikel: Blak-blakan, Djarot Ungkap Alasan PDIP Langsung Terima Ahok BTP Jadi Kader, Padahal Baru Bebas.

"PDI P adalah partai nasionalis religius yang terbuka bagi setiap warga negara untuk bergabung menjadi anggota. Persyaratannya setia pada Pancasila, NKRI, UUD 45 dan memahami Bhineka Tunggal Ika," ujar Djarot melalui aplikasi whatssap, Sabtu (9/2/2019).

Djarot menjelaskan, Ahok memiliki hak-hak sipil dam politik yang sama dengan warga negara pada umumnya.

"Tenaga dan pikirannya bisa berguna dam bermanfaat untuk membangun bangsa," ungkap dia.

Djarot mengemukakan bergabungnya Ahok ke PDI Perjuangan merupakan keputusan tepat untuk bersama-sama membangun negeri melalui jalur partai politik.

"Beliau bisa berbagi pengalaman dan pengetahuannya untuk mewujudkan good and clean governance guna melayani warga serta mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," ujarnya.

Menurut Djarot sosok BTP di dalam PDI Perjuangan hanya anggota biasa dan niatnya bergabung ke partai atas kesadarannya sendiri.

Halaman
1234
Editor: Y Gustaman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved