Bos Tekstil Bandung Dimutilasi di Malaysia: Terduga Pembunuh dan Rencana Tagih Utang Miliaran Rupiah
uryanto (37) bos tekstil asal Bandung diduga tewas dimutilasi di Malaysia. Mabes Polri sebut 2 terduga pembunuh diamankan. Simak faktanya.
Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM - Nuryanto (37) bos tekstil asal Bandung diduga tewas dimutilasi di Malaysia.
Istri Nuryanto, Meli Rahmawati mengatakan suaminya sempat berpamitan dengan dirinya untuk berbisnis.
Selama di Malaysia, Nuryanto juga sering menghubungi keluarganya di Baleendah, Bandung.
TribunJakarta.com merangkum sejumlah fakta mengenai kasus pembunuhan sadis tersebut
1. Polri Sebut 2 Orang Diamankan
Mabes Polri mengkonfirmasi bahwa Polisi Diraja Malaysia (PDRM) telah mengamankan dua terduga pelaku yang diduga membunuh dan memutilasi bos tekstil asal Bandung, Ujang Nuryanto dan teman wanitanya Ai Munawaroh, di Malaysia.
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan kedua terduga pelaku yang diamankan merupakan warga negara Pakistan.
Terduga pelaku, kata dia, adalah rekan bisnis dari Ujang Nuryanto dan Ai Munawaroh.
"Dari PDRM sudah amankan dua terduga pelaku. Yang merupakan teman bisnis dari korban tersebut," ujar Dedi, di Gedung PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (12/2/2019).
Pihak PDRM, disebut Dedi meminta sejumlah barang bukti tambahan seperti sidik jari, sampel DNA dan juga transaksi rekening bank milik Ujang Nuryanto.
Dedi mengatakan sidik jari dan sampel DNA telah dikirimkan untuk membantu identifikasi korban.
"Kemudian juga diminta dari pihak Malaysia informasi transaksi rekening keuangan rekening BCA atas nama saudara Nuryanto. Itu juga akan kita berikan," jelas mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu.
Selain itu, jenderal bintang satu tersebut mengatakan barang bukti itu nantinya akan digunakan untuk memperkuat penyelidikan kasus serta mendukung penetapan tersangka dalam kasus tersebut.
"Penguatan alat bukti ini sangat penting yakinkan kepolisian Diraja Malaysia untuk identifikasi korban dan untuk memutuskan betul-betul kedua tersangka yang saat ini diduga dalam proses penanganan PDRM betul pelakunya," pungkasnya.
2. Tes Sidik Jari
Bos tekstil asal Desa Bojong Malaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Nuryanto (37) diduga menjadi korban mutilasi di Malaysia.
Pihak kepolisian terus berupaya mengungkap kepastian identitas jenazah yang ditemukan terpotong-potong itu di Malaysia.
Salah seorang tim pengacara keluarga Nuryanto, Hermawan menuturkan karena hasil tes DNA memakan waktu cukup lama maka pengungkapan identitas jenazah ini akan kembali dilakukan melalui pengecekan sidik jari.
"Jadi kemarin ada satgas dari Keduataan Besar kita di Malaysia menyampaikan via WhatsApp bahwa akan mengecek melalui sidik jari supaya lebih cepat dari pada tes DNA," katanya melalui telepon seluler, Selasa (12/2/2019).
Sebelumnya kata Hermawan, Kedutaan Besar Malaysia menyampaikan telah diketemukan potongan tangan kedua korban diduga Nuryanto dan Ai Munawaroh dalam kantong keresek.
"Di dalam satu keresek kedua-duanya diketemukan, ada. Tapi kondisinya sudah lapuk. Jadi nanti dicek siapa yang cocok antara klien kita (Nuryanto) atau Ai Minawaroh, bisa salah satunya atau bisa juga kedua-duanya kita belum tahu," tuturnya.
Menurutnya tes sidik jari ini kemungkinan akan dilakukan melalui sisa-sisa kulit jenazah mengingat kondisi potongan tangan yang diketemukan dalam kontong keresek itu dalam kondisi lapuk.
Hermawan menuturkan potongan tangan ini akan segera dibawa ke Indonesia dari Malaysia untuk segera dilakukan test sidik jari.
Dan menurutnya kemungkinan hari ini atau kemarin Satgas Kedutaan Besar RI di Malaysia juga sudah berkoordinasi dengan Mabes Polri.
"Tes DNA cukup lama bisa memakan waktu dua minggu bahkan lebih. Makanya kita mencari alternatif, dari Kedutaan Besar tuh sidik jari supaya lebih cepat. Sidik jari ini bisa dalam 3-4 hari sudah bisa keluar hasilnya," tuturnya.
3. Tagih Utang ke Malaysia
Bos tekstil asal Baleendah Kabupaten Bandung, Nuryanto (37) diduga menjadi korban mutilasi di Malaysia. Nuryanto pergi ke Malaysia untuk menagih uang hasil bisnis yang nilainya mencapai miliaran rupiah.
"Iya mau ngambil uang (penagihan). Dia bilang di Malaysia sudah numpuk, masih besar sekitar Rp 2 miliar, yang belum ketagih. Saya enggak tahu itu dari berapa orang pengusaha di sana," ujar istri korban Meli Rahmawati (33) di rumahnya di Kampung Ciodeng, Desa Bojong Malaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Senin (11/2/2019).
Menurut Meli sang suami sudah mulai terlihat stres sejak 3-4 bulan lalu, karena banyak pengusaha yang macet pembayaran sementara dirinya sudah ditagih oleh pihak pabrik.
"Masalah mah ada, banyak yang mararacet di luar, sementara ke pabrik harus lancar. Aa bilang, Mi barang di sini (Malaysia) masih banyak sekitar Rp 2 miliar. Kalau barang yang sudah laku Rp 7 miliar," ujarnya.
Keberangkatan suaminya itu, ingin memastikan pembayaran dari rekan bisnisnya. Pasalnya, suaminya itu sudah ditagih oleh pihak pabrik atau pemilik barang yang dijual Nuryanto ke Malaysia.
"Katanya ke Malaysia mau ketemu temannya namanya Muhammad Jimmy," ujarnya.
4. Sosok Korban
Bos tekstil asal Baleendah Nuryanto (37) yang diduga menjadi korban mutilasi di Malaysia dikenal sangat baik dan dermawan di lingkungan rumahnya. Korban kerap menyumbang dalam kegiatan di masyarakat.
"Beliau orang baik, beliau selalu menjadi donatur setiap ada kegiatan di sini. Baik agustusan maupun muludan dan rajaban," kata Ketua RW 08 Uwas di Kampung Ciodeng, Desa Bojong Malaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Senin (11/2/2019).
Uwas mengaku kehilangan jika memang korban mutilasi tersebut adalah Nuryanto. Semasa hidupnya korban tidak pernah ada masalah dan sampai meresahkan lingkungan.
"Belum terdengar hal-hal negatif di masyarakat tidak pernah meresahkan atau mengecewakan. Beliau sangat baik solidaritasnya tinggi," ujarnya.
Bahkan saat Hari Raya Iduladha tahun lalu korban sempat membeli 3 ekor domba kepada dirinya untuk keperluan kurban.
"Keinginan kami jika memang sudah pasti korban meninggal akibat dimutilasi, kami berharap pemerintah bisa mengusut tuntas kasus ini," ujarnya.
5. Pemerintah Diminta Usus Tuntas
Jika jenazah mutilasi yang ditemukan di Malaysia positif Nuryanto (37), istri korban berharap pemerintah bisa mengusut tuntas kasus pembunuhan sadis tersebut.
"Saya mohon kepada pemerintah, kalau itu benar suami saya tolong usut secara tuntas dan pelakunya siapa tolong dihukum seperti di indonesia. Apa motifnya sampai suami saya dianiaya seperti itu," ujar istri korban Meli Rahmawati (33) di rumahnya di Kampung Ciodeng, Desa Bojong Malaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Senin (11/2/2019).
Pasangan Nuryanto dan Meli dikaruniai tiga orang anak masing-masing bernama Aditya Firdaus (16), Mohammad Nazril Ihsan (9) dan anak bungsunya yang masih berusia 11 bulan Aliya Aznia Rismawati.
• Nuryanto Pengusaha Tekstil yang Dimutilasi di Malaysia Punya Omzet Miliaran Rupiah
• Warga Sulteng Tewas Dimutilasi, Polisi Buru Kelompok MIT Ali Kalora, Peneliti: Kirim Saja Kopassus
• 60 Brimob Diturunkan Kejar Kelompok Ali Kora Setelah Menembak 2 Polisi yang Bawa Korban Mutilasi
• Ucapan Lama Dimutilasi Kubu ProSan dan JokoMa, Mahfud MD Bakal Lakukan Ini
Isak tangis Meli pecah saat mengingat momen-momen dirinya mengucakap selamat ulang tahun pada suaminya Nuryanto. Nuryanto genap berusia 37 pada Sabtu (19/2/2019).
"Iya kemarin saya sempat nelepon Aa, saya ngucapin selamat ulang tahun. Dia bilang makasi katanya 'oh iya Aa ulang tahun ya'. Mungkin dia lupa," katanya. (Tribunnews.com/TribunJabar)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/istri-korban-mutilasi-malaysia.jpg)