Murid SD Berkebutuhan Khusus di Bekasi Diduga Jadi Korban Penganiayaan Oknum Gurunya Sendiri

JMH sendiri merupakan anak berkebutuhan khusus, Sugih menjelaskan, perlu kesabaran saat menanyakan sesuatu ke putranya

Murid SD Berkebutuhan Khusus di Bekasi Diduga Jadi Korban Penganiayaan Oknum Gurunya Sendiri
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Muhamad Sugih (43), ayah JMH siswa SD Al-Fajri yang diduga jadi korban penganiayaan oleh oknum guru. 

"Pada saat itu, pihak sekolah bilang tidak ada sesuatu yang terjadi apa-apa di sekolah, cuma kalau kata bu Ria, pak HM, bicara agak keras sama anak saya menurut teman-temannya, nah dari situ saya mulai kepikir sama pengakuan anak saya, agak nyambung," ungkap Sugih.

Sugih juga sempat menunjukkan rekaman pada saat ia menanyakan anaknya tentang luka lebam yang diderita. Ia selanjutnya meminta agar pihak sekolah dan guru yang bersangkutan mengklarifikasi apakah benar pengakuan anaknya terkait lula lebam yang diderita.

"Abis itu, sama minta sama pihak sekolah 1x24 jam untuk memberikan klarifikasi atas pengakuan dan luka lebam yang diderita anak saya," ujarnya.

Namun itikad baik untuk menyelesaikan masalah dengan meminta pihak sekolah mengklarifikasi dan terbuka atas apa yang diderita anaknya justru tidak digubris. Akhirnya pada, Sabtu, (9/2) malam, ia melaporkan dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum guru SD Al-Fajri ke Polres Metro Bekasi Kota.

"Malam itu juga saya lapor dan buat visum di RSUD Kota Bekasi atas dugaan tindakan kekerasan ke anak," jelas dia.

Adapun setelah laporan tersebut, pihak sekolah justru mengundang Sugih, pada Senin, (11/2). Namun, ia enggan memenuhi undangan tersebut lantaran merasa, pihak sekolah dianggap memandang rendah masalah yang belakangan ia coba mintai keterangan.

Seorang Anak Berkebutuhan Diduga Alami Kekerasan dan Diintervensi Sekolah di Bekasi

Guru Les Privat Cabuli 34 Muridnya, Pernah Jadi Korban Kekerasan hingga Gagal Nikahi Gadis Pujaan

"Pada Senin itu, saya gak dateng, tapi anak saya tetep saya suruh sekolah, waktu saya suruh asisten rumah tangga untuk antar ke sekolah sambil saya titip salam bahwa saya gak bisa penuhin undangan sekolah," jelas dia.

Setelah hari itu, JMH kini sudah tidak lagi bersekolah, Sugih memutuskan untuk memindahkan anaknya dari SD Al-Fajri. Adapun kasus tersebut akan terus ia usut melalui jalur hukum, lantaran merasa, anaknya telah menjadi korban kekerasan.

"Sampai sekarang sudah tidak sekolah, saya lagi cari sekolah baru buat anak saya, saya mau selesaikan ke jalur hukum aja, karena saya yakin anak saya gak mungkin bohong," jelas dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved