Cerita Teman Saat Korban Dibacok Kawanan Geng Motor

Nahas, sepeda motor Honda Vario yang dikendarainya kala itu berada di posisi paling belakang sehingga tak berhasil melarikan diri.

Cerita Teman Saat Korban Dibacok Kawanan Geng Motor
TribunJakarta/Elga Hikari Putra
Rekan korban turut dihadirkan sebagai saksi saat rekonstruksi, Kamis (14/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Teman-teman Ahmad Al Fandri (23) turut dihadirkan sebagai saksi saat Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat menggelar rekonstruksi.

Teman-teman Ahmad turut memeragakan posisinya sewaktu rekannya itu dibacok dan dirampok oleh kelompok geng motor di Jalan Tubagus Angke, Jakarta Barat, pada Selasa (5/2/2019) dini hari.

Rekan korban bernama Dandy Rayhan yang ‎saat kejadian membonceng korban mengatakan malam itu mereka hendak pulang ke wilayah Cengkareng, Jakarta Barat seusai makan ketan susu di Kemayoran, Jakarta Pusat.

"Itu kan malam libur (Imlek), kami malam itu ke Kemayoran buat makan ketan susu, nah pulangnya lewat Jalan Tubagus Angke buat pulang kerumah," kata Dandy di Mapolres Metro Jakarta Barat, Kamis (14/2/2019).

Dandy menuturkan saa‎t mereka yang berjumlah 11 orang dengan menaiki 6 sepeda motor melintas di Jalan Tubagus Angke, mereka dipepet oleh belasan motor yang merupakan kawanan geng motor.

Nahas, sepeda motor Honda Vario yang dikendarainya kala itu berada di posisi paling belakang sehingga tak berhasil melarikan diri.

Bahkan, ia dan korban malah terjatuh usai sepeda motornya dipepet oleh kelompok pelaku.

"Pas jatuh itu mereka (pelaku) langsung pada ngerubungin saya ‎dan korban. Saya langsung lari ke seberang buat nyelamatin diri, tapi sayangnya korban enggak sempat kabur dan kena bacok," kata Dandy.

Dandy mengaku tak melihat detail saat temannya itu dibacok oleh pelaku lantaran ia juga sibuk menyelamatkan diri.

"Pas dibacoknya saya enggak ngeliat. Saya ngeliatnya tuh dia sudah berdarah-darah di punggungnya dan minta tolong. Waktu itu pelaku sudah kabur dan bawa motor korban," katanya.

‎Dandy mengatakan bahwa korban akhirnya tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit. 

"Kami sama sekali enggak kenal sama kelompok pelaku, orang kami baru pulang makan dan mau balik ke rumah, tapi tahu-tahu dijalan kami dihadang," ujarnya.

‎Dalam kasus ini, polisi telah menangkap 14 orang, dimana 6 diantaranya merupakan anak di bawah umur.

Hampir Tiap Tahun Warga Demo Tuntut Perhatian Lebih Akibat Dampak TPA Burangkeng

Kadispora: Lima GOR yang Sudah Direvitalisasi Bakal Diresmikan Gubernur Anies

Para pelaku merupakan gabungan geng motor di wilayah Jakarta Barat yang melakukan kekerasan tersebut‎ untuk mencari eksistensi.

Saat ini, polisi masih memburu tiga pelaku lainnya, dimana salah satunya yakni Madon merupakan pelaku utama yang membacok korban menggunakan gergaji es.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved