Valentine oleh Ruang Gerak UBM: Cokelat Kepedulian dan Doa Rangkul Sesama

Mengusung tema #LoEnggaSendirian, Ruang Gerak memulai acara tadi dengan bagi-bagi cokelat kepada civitas akademika

Valentine oleh Ruang Gerak UBM: Cokelat Kepedulian dan Doa Rangkul Sesama
(Dok. Ruang Gerak UBM).
Merayakan Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang, komunitas mahasiswa Universitas Bunda Mulia (UBM) yang bernama Ruang Gerak, membuat suatu acara bernafaskan kepedulian sosial, Kamis (14/2/2019). 

Menurut Gernas, arti kasih sayang bagi Ruang Gerak di Hari Valentine ini adalah mengasihi sesama lewat sikap saling peduli.

Komunitas Ruang Gerak yang sudah berdiri sejak tahun 2008 lalu ingin mengajak mahasiswa baru untuk membuka diri dan tidak apatis terhadap sesama.

Hal itu, kata Gernas, untuk menyelaraskan visi UBM yaitu CARE (Commitment, Accountability, Respect, Excellent).

"Kita mau arti kasih sayang ini beda. Kasih sayang kan nggak cuma pacaran. Sikap saling peduli sesama, terus menekankan kalo kita nggak pernah sendirian, supaya terbuka, itu kan kasih sayang juga. Makanya kita ambil temanya Lo Engga Sendirian, apalagi visi kita itu Care," kata Gernas.

Acara tadi diakhiri dengan doa bersama, terutama mengenang almarhum Reynaldy, seorang mahasiswa baru yang bulan lalu meninggal dunia karena bunuh diri di Housing UBM.

Dengan mendoakan Reynaldy, komunitas Ruang Gerak berharap semua mahasiswa menjadi sadar akan kepedulian terhadap semua masyarakat UBM.

Gernas juga menginginkan supaya para mahasiswa baru menjadikan komunitas seperti Ruang Gerak sebagai wadah untuk berkeluh kesah.

Mahasiswa baru yang memiliki masalah apapun dapat pula mengunjungi tempat kumpul komunitas Ruang Gerak di Smoking Area UBM untuk sharing dan berdiskusi.

Gernas menegaskan siapapun boleh datang ke Ruang Gerak dan membuka diri serta berbagi permasalahan yang dialami.

Sederet Jenis dan Resep Makanan untuk Anak Kos, Mudah dan Murah!

Hari Valentine, Peningkatan Okupansi Hotel JHL Solitaire Gading Serpong Naik 70%

Hal itu, kata Gernas, supaya solusi bisa dicari bersama-sama ketimbang memutuskan untuk menyendiri apalagi bunuh diri.

Dengan begitu, peristiwa memilukan seperti yang terjadi kepada Reynaldy diharapkan tidak terulang lagi.

"Jadi semua orang nggak ngerasa sendirian. Kita bikin momen khusus kita mendoakan almarhum, dan di luar ekspektasi banyak yang ikut. Nah kita di sini Ruang Gerak mau nunjukkin kalo kita ini wadah untuk cerita, untuk ngumpul," tutur Gernas.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved