CEO Bukalapak Cuit Industri 4.0 dan Presiden Baru, Netizen Singgung Data Lawas

CEO Bukalapak Achmad Zaky dianggap blunder membuat cuitan di Twitter pada Rabu (13/2/2019).

Editor: Y Gustaman
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Founder Bukalapak, Achmad Zaky, di kantornya, wilayah Kemang Timur, Jakarta Selatan, Senin (17/12/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - CEO Bukalapak Achmad Zaky dianggap blunder membuat cuitan di Twitter pada Rabu (13/2/2019).

Cuitan itu diunggah Achmad Zaky di akun Twitternya @achmadzaky.

Isi cuitannya berisi kritik secara tidak langsung mengenai anggaran Research and Development (R & D) Indonesia.

Achmad Zaky pun menyinggung presiden baru pada Kamis (13/2/2019).

Dalam cuitannya, Achmad Zaky menulis soal anggaran R & D sejumlah negara lalu membandingkannya dengan Indonesia.

Achmad Zacky menggunakan data 2016 dan di situ anggaran Indonesia untuk R & D hanya 2 miliar dolar AS, tertinggal jauh dari negara lain.

Pada akhir tweet Zaky menyebutkan soal presiden baru.

"Omong kosong industri 4.0 kalau budget R&D negara kita kaya gini (2016, in USD) 
1. US 511B 
2. China 451B 
3. Jepang 165B 
4. Jerman 118B 
5. Korea 91B 
11. Taiwan 33B 
14. Australia 23B 
24. Malaysia 10B 
25. Spore 10B 
43. Indonesia 2B
Mudah2an presiden baru bisa naikin," tulis Zaky di cuitannya.

CEO Bukalapak Ahmad Zaky telah menghapus cuitan soal industri 4.0 yang menghebohkan para pendukung Jokowi.
CEO Bukalapak Ahmad Zaky telah menghapus cuitan soal industri 4.0 yang menghebohkan para pendukung Jokowi. (Tangkapan layar Twitter Achmad Zaky @achmadzaky)

Achmad Zaky membuat kesalahan besar karena kicauannya merujuk data 2016, ternyata itu data 2013.

Bambang Arianto, dosen Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta, dalam cuitannya meluruskan data yang Achmad Zaky kutip.

Ia pun meluruskan kesalahan data Achmad Zaky lewat akun Twitternya @amsBulaksumur.

"Bantu Retweet ya manteman. Data ini ingin menjelaskan kepada publik kenapa terlahir tagar #UnistallBukaLapak yg begitu cetar. Ternyata masih banyak orang yg kemakan hoaks & tidak mengunakan akal sehat buat melakukan kritik. Stop nyebar hoaks dari sekarang ! #UnistallBukaLapak," cuit Bambang Arianto dalam cuitannya, Jumat (15/2/2019).

Namun, cuitan Achmad Zaky sudah terlanjur menggelinding.

Ibarat bola salju, efeknya semakin besar dan membuat pengguna Twitter kecewa, khsusunya pendukung Jokowi. 

Meningkahi cuitan Achmad Zaky, muncul tagar tak kalah trending berbunyi dua arah: #DukungBukaLapak dan  #uninstallbukalapak.

Hingga pada Jumat (15/2/2019), pukul 08.00 WIB #DukungBukaLapak digumamkan 29,4 ribu cuitan dan tagar 
#uninstallbukalapak diramaikan 39,6 ribu tweet.

Pada tagar #uninstallbukalapak, cuitan yang dilayangkan netizen karena tidak sepakat dan merasa Zaky menyalahkan presiden dan juga merupakan capres 2019 Joko Widodo (Jokowi).

Sebagian menuliskan bukan mengenai dukungan capres-cawapres namun kepada Zaky yang dianggap tidak berterimakasih.

"Anda mau dukung siapa itu terserah, tapi secara terbuka inginkan presiden baru padahal presiden sekarang ikut mengangkat bisnis anda.. Itu tidak tahu diri namanya," tulis @SuburBur.

Kritik lainnya mengoreksi jika anggaran yang disebutkan Achmad Zaky salah.

"Ahmad Zacky mengutip data th 2013 dia bilang th 2016. Pada th 2013 @jokowi belum jadi Presiden & istilah revolusi industri 4.0 belum diperkenalkan. saya tdk melihat ini sbg kritik, tapi sebagai niat jahat utk jatuhkan Jokowi sbg inisiator 4.0 Dia pro Prabowo," tulis @SiegerAnwalt.

"Saya pake bukalapak karna lihat pak jokowi dan pemerintah bilang ini karya anak negri perlu di dukung,swkaang uda saya #uninstallbukalapak karna salah satu tweet ceo nya," tulis @J88laibuis.

Tak hanya itu, Mbah Mijan juga turut menanggapi.

"Maaf Guys, ini kok rame banget trending #uninstallbukalapak mohon koreksi yaa, apakah cara uninstall yang benar begini? Trims," tulis @mbah_mijan pada Kamis (!4/2/2019).

Ia mengunggah video menguninstall aplikasi Bukalapak di postingannya.

Sedangkan pada tagar #DukungBukaLapak meramaikan dengan pembelaan dan menuturkan apa yang dicuitkan Achmad Zaky hanyalah kritik.

"Ketika kritikan dibalas dengan uninstall karya anak bangsa. Apa yang salah dengan rezim ini?" tulis @rizkimaulana346.

"Tidak ada urusan dengan pilpres Boikot bukalapak sama saja kalian mematikan jutaan usaha UMKM INDONESIA.. Gak habis fikir sama pendukung 01 skrg..mulai goyah diriku," tulis @bayuajja1106.

"Keganasan netijen Uninstall Traveloka juga ikut-ikutan Pada ga mikir? Yg kerja dsana anak muda Indonesia dengan usia sangat produktif. Gmana nasib mereka kalau 2 Start up trsebut bermasalah? Beda pilihan hal yang wajar Kenapa harus dihakimi," bela @liadi_liado.

"Saya dukung Bang @achmadzaky utk terus berdayakan UMKM kita melalui Bukalapak, slh satu unicorn yg investor besarnya dari Indonesia. Jgn sampai persaingan politik membuat kita berpikir sempit.

Saya tentunya juga tetap #DukungBukaLapak," tulis @habibiyusuf.

Klarifikasi

Paham jika cuitannya mengundang respon dari banyak pengguna Twitter.

Achmad Zaky langsung kembali mencuitkan klarifikasi di halaman Twitternya.

Ia menuliskan presiden baru yang dimaksud bisa mengartikan kubu 01 Jokowi dan kubu 02 Prabowo Subianto.

Achmad yang juga dinobatkan menjadi satu di antara orang terkaya di RI ini juga menuliskan ia hanya menyampaikan fakta yang ada.

Ia pun kembali menuliskan permintaan maaf untuk cuitannya untuk siapapun yang merasa kurang sesuai.

"Bangun2 viral tweet saya gara2 "presiden baru" maksudnya siapapun, bisa Pak Jokowi juga. Jangan diplintir ya :) lets fight for innovation budget," tulisnya, Kamis (14/2/2019).

"Tujuan dari tweet saya adalah menyampaikan fakta bahwa dalam 20 sampai 50 tahun ke depan, kita perlu investasi di riset dan SDM kelas tinggi. Jangan sampai kalah sama negara2 lain."

"Kebijakan serta dukungan Pemerintah Indonesia selama ini sangat menyemangati kami. Semoga ke depannya industri teknologi atau industri berbasis pengetahuan semakin maju."

"Buat pendukung pak Jokowi, mohon maaf jika ada yg kurang sesuai kata2 saya jadi misperception.

Saya kenal Pak Jokowi orang baik. Bahkan sudah saya anggap seperti Ayah sendiri (sama2 orang solo).

Kemarin juga hadir di HUT kami. Tidak ada niat buruk tentunya dari tweet saya."

Achmad kembali melanjutkan, ia juga mengapresiasi masyarakat yang peduli dengan isu R&D ini.

"Saya apresiasi sekali concern masyarakat twitter soal isu R&D ini. Tanda kalau kita ga kalah pinter.

R&D adalah single pembeda negara maju dan miskin. Kalau ga kuat di R&D, kita akan perang harga terus. Negara maju masuk di perang inovasi. Negara miskin masuk di perang harga."

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Reaksi Netizen Terbelah Dua, Dukung dan Kritik soal Cuitan 'Presiden Baru' CEO Bukalapak Achmad Zaky

Sumber: TribunWow.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved