Godok Perwali Soal Pengurangan Kantong Plastik, Pemkot Bekasi Sediakan Versi Ramah Lingkungan

Pemkot justru menerapkan konsep penyediaan kantong plastik ramah lingkungan atau Biodegradable.

Godok Perwali Soal Pengurangan Kantong Plastik, Pemkot Bekasi Sediakan Versi Ramah Lingkungan
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Kantong plastik ramah lingkungan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Pemerintah Kota Bekasi masih menggodok mekanisme peraturan wali kota (perwal) pengurangan penggunaan kantong plastik di wilayah setempat.

Berdasarkan hasil kesepakatan melalui Forum Group Discussion (FGD) dengan pelaku usaha ritel dan perwakilan pasar tradisional. Pemkot Bekasi tidak menerapkan konsep pelarangan penggunaan kantong plastik dalam upaya pengurangan penggunaan kantong plastik.

Pemkot justru menerapkan konsep penyediaan kantong plastik ramah lingkungan atau Biodegradable, dimana tiap-tiap pengusaha ritel dan pasar tradisional wajib penyediakan kantong plastik jenis tersebut.

"Jadi yang disepakati adalah kalau nanti sudah ada pengurangan solusinya bagaimana, dengan menggunakan kalaupun terpaksa menggunakan kantung plastik adalah plastik ramah lingkungan, nah itu yang dibahas dalam perwal," kata Kepala Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Ferdinan, Jumat, (15/2/2019).

Ferdinan menjelaskan, pemkot dalam hal ini masih menggodok mekanisme penerapan kantong plastik ramah lingkungan yang nantinya akan ditekankan kepada pengusaha ritel atau pedagang pasar tradisional.

Partai NasDem Perhatikan Keterwakilan Perempuan di Posisi Menentukan

"Kalau pengurangan (kantong sampah) kita tetap dengan komitmen awal, cuma yang kita tetapkan jenis kantongnya yang ramah lingkungan seperti apa, terus konsep-konsep tentang rencana aksinya yang akan kita perbaiki," kata dia.

Sebelumnya, FGD yang digelar Pemkot Bekasi dengan melibatkan unsur pengusaha ritel dan perwakilan pasar tradisonal sudah dilakukan sebanyak dua kali. Hasil FGD sampai saat ini masih dalam penggodokan dan belum dapat disimpulkan.

"Kita bahas juga soal perwal, tapi kan masih perlu penyempurnaan, jadi ada revisi lagi, kan legal drafting lagi dengan bagian hukum, tinggal tunggu aja nnti ada action," jelas dia.

Penerapan konsep penggunaan kantong plastik ramah lingkungan sebagai upaya pengurangan sampah plastik kata Ferdinan dalam waktu dekat akan segara dilakukan.

"Jadi untuk tahap pertama jadi konsepnya bukan melarang, terutaama untuk plastik sekali pakai karena kan udah reycable. Jadi ada gerakan moral kantong bahan lain, itu dengan alasan kalau masyarakat gak bawa kantong, Nanti apakah berbayar atau gimana diserahkan ke ritelnya," katanya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved