Menpora Melayat Almarhum Mantan Pelari Tercepat se-Asia asal Indonesia, Purnomo Muhammad Yudhi

Setelah menyalami istri almarhum Endang Irma Setiwi, Nahrawi bersimpuh di depan jenazah almarhum dan membaca yasin bersama pelayat lain.

Menpora Melayat Almarhum Mantan Pelari Tercepat se-Asia asal Indonesia, Purnomo Muhammad Yudhi
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Indonesia, Imam Nahrawi, mengunjungi rumah duka almarhum Purnomo Muhammad Yudhi, si bilangan Perumahan Discovery Lumina, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Jumat (15/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK AREN - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Imam Nahrawi, mengunjungi rumah duka almarhum Purnomo Muhammad Yudhi, si bilangan Perumahan Discovery Lumina, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Jumat (15/2/2019).

Imam Nahrawi mendatangi rumah duka sekira pukul 14.30 WIB.

Mengenakan batik, Imam Nahrawi menyalami keluarga untuk menyampaikan ucapan bela sungkawanya.

Setelah menyalami istri almarhum Endang Irma Setiwi, Imam Nahrawi bersimpuh di depan jenazah almarhum dan membaca yasin bersama pelayat lainnya.

Kita semua berduka cita hari ini, kiya semua bangsa Indonesia masyarakat olahraga masyarakat atletik dan tentu para olimpian berduka cita atas meninggalnya bapak Purnomo, seorang sprinter yang betul-betul telah menginspirasi sprinter muda Indonesia untuk berjuang berprestasi sampai level tertingginya di olimpiade," ujar Nahrawi.

Mantan Pelari Tercepat Asia Asal Indonesia Purnomo Muhammad Yudhi, Meninggal Dunia

Ia mendoakan mantan pelari Olimpiade 1984 itu agar amal ibadahnya diterima sang maha kuasa.

"Kita berdoa semoga arwah almarhum mendapatkan tempat termulia di sisi Allah SWT," doanya.

Nahrawi juga menyampaikan kepada atlet muda Indonesia khususnya cabang lari untuk meneladani almarhum Purnomo.

"Tidak boleh menyerah, tidak boleh menyerah, itu yang sudah ditunjukkan almarhum," ujarnya.

Almarhum Purnomo Muhammad Yudhi meninggal dunia setelah sejira empat tahun melawan kanker ganas di kelenjar getah beningnya.

Setelah dimandikan dan disalatkan, jenazah akan dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved