Siber Bareskrim Tangkap Pelaku Pemerasan Seksual Online di Sulsel

Direktorat Tindak Pidana (Dittipid) Siber Bareskrim Polri menangkap pelaku pemerasan seksual online berinisial SF (25).

Siber Bareskrim Tangkap Pelaku Pemerasan Seksual Online di Sulsel
TribunJakarta.com/Leo Permana
Kasubag Opinev Kabag Penum Brio Penmas DivHumas Polri Kombes Pandra (tengah) saat ditemui di Kantor Dittipid Siber Bareskrim, Jumat (15/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Leo Permana

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Direktorat Tindak Pidana (Dittipid) Siber Bareskrim Polri menangkap pelaku pemerasan seksual online berinisial SF (25).

Pelaku menggunakan modus memberi layanan video call sex (VCS) online di Sidrap, Sulawesi Selatan.

Kasubag Opinev Kabag Penum Brio Penmas DivHumas Polri Kombes Pandra menjelaskan pelaku memiliki sejumlah akun Facebook dengan inisial EVB, AY dan beberapa akun lainnya yang digunakan pelaku untuk menjerat para korbannya.

"Aksi SF dimulai menghubungi korban via FB video call messenger atau Whatsapp Video Call sesuai nomor korban yang dicantumkan pada profil sosmed korban," jelas Pandra di Kantor Dittipid Siber Bareskrim, Jumat (15/2/2019).

"Kemudian pelaku menawarkan korban untuk melakukan VCS dengan para korban menggunakan tarif sejumlah uang atau pulsa," lanjut dia.

Pandra menerangkan saat VCS terjadi, SF akan menampilkan video yang menampilkan adegan seksual atau ketelanjangan.

Bila kemudian korban terperdaya dan ikut memperlihatkan aktifitas seksual atau ketelanjangan pribadi, maka SF akan merekam adegan dan menyimpan file tersebut.

"(Lalu) SF akan mengancam korbannya dan memaksa agar mengirimkan sejumlah uang, bila permintaan tidak dipenuhi maka pelaku akan mengedarkan file video tersebut kepada teman korban di sosmed," ungkapnya.

Ia melanjutkan pelaku yang pengangguran tersebut melakukan aksunya karena motif ekonomi.

Dalam menjalankan aksinya, ia bekerja bersama AY dan VB yang saat ini masih DPO (Daftar Pencarian Orang).

"Jadi dari tiga tersangka ini yang menjadi pelaku utamanya adalah yang kami tangkap pada 6 Februari 2019 lalu, jadi masih ada pengembangan, dan dalam aksinya pelaku dibantu oleh temannya yang masih DPO itu," ujar Pandra.

Kapolri Pimpin Sertijab 17 Pati, Termasuk Kapolda Metro Jaya, Kabareskrim dan Komandan Brimob

TKN Jokowi-Maruf Beri Keterangan ke Bareskrim Soal Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos

Adapun pasal yang disangkakan kepada pelaku di antaranya, pasal 29 jo 30 UU No 44 tahun 2008 tentang pornografi, lalu pasal 45 ayat 1 dan 4 jo Pasal 27 ayat 1 dan 4 UU No 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik.

"Kemudian pasal 369 KUHP ancaman maksimal 4 tahun penjara dan pasal 3, 4 dan 5 UU No 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang yang ancaman maksimal 20 tahun penjara," pungkas dia.

Penulis: Leo Permana
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved