Bajaj Bekas Montir Vespa Ini Pernah Jadi Model Iklan Sabun Hingga Ditawar Bule Jerman Rp 12 Juta
Biasanya, bajajnya digunakan hanya sebagai koleksi pribadi yang dipajang di sebuah cafe.
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas
TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Bajaj boks berkelir kuning milik Zaenal Arifin (55) terpajang di tepian Jalan Raya Pangeran Antasari, Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan.
Di bagian depan kaca bajaj itu tertempel kardus bertuliskan kata 'DiJual' bagi siapapun yang berminat memboyongnya ke rumah.
Bajaj uniknya itu dijual dengan harga Rp 15 juta kepada para pembeli.
Namun, bajaj milik montir yang sudah 25 membetulkan motor khusus Vespa tersebut tak memiliki surat lengkap sehingga tidak bisa dikendarai keliling kota.
Biasanya, bajajnya digunakan hanya sebagai koleksi pribadi yang dipajang di sebuah cafe.
"Pernah ada bule Jerman yang mau beli bajaj saya meski bodong seharga Rp 12 juta. Saya enggak mau karena harganya di bawah dari harga yang saya pasang," kata Zaenal kepada TribunJakarta.com pada Sabtu (16/2/2019) di lokasi.
Selain pernah ditawar, bajaj miliknya pernah merambah ke dunia iklan.
"Bajaj saya juga pernah dijadikan properti iklan sabun. Per hari saya pasang seharga Rp 500 ribu waktu itu," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/bajaj-zaenal-kuning.jpg)