Breaking News:

Mafia Bola

Terancam Hukuman Penjara 2 Sampai 4 Tahun, Ini 5 Fakta Joko Driyono Ditetapkan Jadi Tersangka

"Joko Driyono melanggar Pasal 363 kuhp 233 232, ancamannya dua sampai empat tahun," kata Hendro Pandowo.

Tribunnews/Abdul Majid
Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono saat diwawancarai di Lapangan C, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (1/11/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Joko Driyono terancam hukuman penjara 2-4 tahun setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Satgas Antimafia Bola.

Joko Driyono dijadikan tersangka pada Kamis (14/2/2019), karena perusakan barang bukti dan dokumen-dokumen kasus pengaturan skor.

Dalam jumpa pers di Mabes Polri, Ketua satgas antimafia bola Brigjen Hendro Pandowo menyebut potensi hukuman yang akan dijatuhkan kepada Joko Driyono.

"Joko Driyono melanggar Pasal 363 kuhp 233 232, ancamannya dua sampai empat tahun," kata Hendro Pandowo.

"Semua alat bukti yabg dihancurkan adalah data-data yang diperlukan satgas antimafia bola untuk membongkar pengaturan skor," ujarnya menambahkan.

Langkah terkini yang dilakukan satgas terhadap Joko Driyono adalah pencekalan ke luar negeri.

Satgas antimafia bola juga akan memanggil Jokdri, sapaan akrab Joko Driyono pada Senin (18/2/2019), untuk penelusuran lebih lanjut soal penggeledahan apartemen Wakil Presiden AFF itu.

Ya sebelumnya satgas antimafia bola melakukan penggeledahan di apartemen Jokdri di Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (15/2/2019).

"Tanggal 15 kemarin kami melalukan pencekalan kepada suadara JD dan dihari bersamaan kami mengirimkan panggilan sebagai tersangka untuk hadir hari Senin," tutur dia.

"Kenapa dicekal ke luar negeri? Tentunya dikhawatirkan dia akan melarikan diri," ucapnya.

Halaman
1234
Penulis: Wahyu Aji Tribun Jakarta
Editor: Wahyu Aji
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved