Perbaikan Jalan Rusak di Kalimalang Mulai Dilakukan Besok

Pemkot Bekasi pekan lalu telah melakukan rapat dengan pelaksana proyek untuk membahas teknis selama proses perbaikan jalan

Perbaikan Jalan Rusak di Kalimalang Mulai Dilakukan Besok
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Kondisi Jalan KH Noer Ali Kalimalang arah Jakarta rusak parah. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Pemerintah Kota Bekasi bersama pelaksana proyek Tol Bekasi Cawang Kampung Melayu (Becakayu) sepakat melakukan kerja sama perbaikan jalan rusak di ruas Jalan KH Noer Ali Kalimalang.

Perbaikan dipastikan mulai dilakukan, Senin, 18 Februari 2019.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA), Arief Maulana, mengatakan, perbaikan jalan nantinya akan ditanggung sepenuhnya oleh PT KKDM, sebagai bentuk kompensasi selama proyek Tol Becakayu berjalan.

"Jadi sepanjang Jalan Raya (Kalimalang) di tanggung KKDM kalu ada kerusakan, mudah-mudahan kalau janjinya Senin (18/2), itu mulai besok (perbaikan)," kata Arief, Minggu, (17/2/2019).

Sementara itu, Pemimpin Proyek Tol Becakayu, Denny Subanof, mengatakan, pihaknya membenarkan perihal rencana perbaikan Jalan rusak KH Noer Ali Kalimalang. Pemkot Bekasi pekan lalu telah melakukan rapat dengan pelaksana proyek untuk membahas teknis selama proses perbaikan jalan.

"Iya betul (perbaikan jalan Kalimalang), kebetulan mereka (Pemkot Bekasi), meminta dan ada kerjaan kita yang berhubungan dengan mereka ya mau gak mau kita gak bisa nolak," kata Denny.

Teknis perbaikan jalan kata Denny akan dilakukan secara bertahap. Pada jalan tersebut juga akan dilakukan pengalihan arus. Pihaknya dengan Pemkot Bekasi sejak pekan lalu tengah melakukan persiapan akses jalan untuk pengalihan arus dari Jembatan BCP hingga Jembatan Hotel Horison.

"Jadi bertahap, jadi di posisi jembatan pertama yang BCP, kedua jembatan horizon, itu dibuka dulu (selama perbaikan)," jelas dia.

Denny menegaskan, perbaikan dilakukanan dengan cara permanen, konstruski jalan rusak yang saat ini masih berupa aspal akan dirubah menjadi konstruksi beton.

"Karena memang itu parah sekali, paling enggak kita rigidkan (pengerasan) dulu dikonkret," tegasnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved