Geng Motor Ini Selalu Dipersenjatai Celurit Setiap Beraksi dan Tak Segan Lukai Korbannya

Ketika diperiksa, para pelaku mengakui memperoleh sajam berjenis celurit tersebut dengan cara membelinya di kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat

Geng Motor Ini Selalu Dipersenjatai Celurit Setiap Beraksi dan Tak Segan Lukai Korbannya
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Kapolres Metro Jakarta Selatan (kedua dari kiri) Kombes Pol Indra Jafar menunjukan barang bukti celurit yang digunakan para pelaku geng motor ketika melancarkan aksinya, Senin (18/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Tiga celurit berwarna silver sepanjang sekiranya 60 cm, dijadikan barang bukti dari penangkapan pelaku NA (17), FZ (15), IR (18) oleh Unit Resmob Polres Metro Jakarta Selatan.

Tiga celurit tersebut, terlihat masih baru dan sangat tajam, serta runcing dibagian ujungnya.

Ketiga pelaku menggunakan celurit tersebut untuk menodong korbannya, ketika beraksi pada malam hari, seperti yang mereka lakukan pada pedagang warung pecel lele di kawasan Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Senin (11/2/2019) silam.

Ketika diperiksa, para pelaku mengakui memperoleh sajam berjenis celurit tersebut dengan cara membelinya di kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat.

"Beli di Pasar Senen, harganya Rp 100 ribuan satu celuritnya," ujar Pelalu NA di Mapolrestro Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (18/2/2019).

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Indra Jafar, para pelaku yang merupakan anggota geng motor tersebut juga tak segan melukai korbannya apabila melakukan perlawanan.

Geng Motor yang Aksinya di Pejaten Terekam CCTV, Selalu Beroperasi saat Tengah Malam

Bahkan, para pelaku telah beraksi sebanyak lebih dari lima kali, di sejumlah lokasi termasuk diluar wilayah Jakarta Selatan.

"Lebih dari lima kali pelaku sudag beraksi, mereja juga tak segan melukai korbannya ya," ujar Indra.

Para pelaku, terancam dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman pidana penjara maksimal sembilan tahun.

"Para pelaku terancam dijerat Pasal 365 KUHP, dengan ancaman maksimal sembilan tabun penjara lamanya," imbuhnya.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved