Jajaran Pemkot Jakarta Selatan Inspeksi Restoran Nasi Campur Babi di Tebet

Menurut Kepala Bagian Perekonomian Kota Jakarta Selatan, Susi Suzanna, masih terdapat sejumlah kekurangan perizinan usaha

TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Restoran Emanuel sempat dilaporkan ke Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan terkait adanya keluhan dari warga pada Senin (18/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, TEBET - Sebuah surat aduan warga Tebet terkait keberadaan restoran non halal, nasi campur Emanuel sampai ke tangan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Keluhan itu berisi adanya restoran yang menjual menu makanan mengandung babi.

Namun, restoran itu belum mendapatkan persetujuan oleh warga sekitar dan belum memiliki beberapa kelengkapan surat.

Pemerintah Kota Jakarta Selatan diutus untuk memeriksa restoran yang terletak di Jalan Prof. Dr. Soepomo Nomor 45 RT 014 RW 06 Kelurahan Tebet Barat, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.

Menurut Kepala Bagian Perekonomian Kota Jakarta Selatan, Susi Suzanna, masih terdapat sejumlah kekurangan perizinan usaha.

Di antaranya kurangnya TDUP (Tanda Daftar Usaha Pariwisata) dan Sertifikat Layak Sehat (SLS) usaha.

"TDUP itu kan satu di antaranya mendapatkan persetujuan dari warga dan tetangga sekitar. Itu belum dapat persetujuan. Mengetahui RT dan RW setempat. Selain itu ada SLS dari Sudin Kesehatan. Makanya diurus kembali," bebernya kepada TribunJakarta.com di lokasi pada Senin (18/2/2019).

Supervisor restoran tersebut, Kevin mengakui ada keluhan dari warga atas keberadaan tempat makan itu.

"Memang ada kelalaian sedikit untuk memberitahu ini ke RT atau RW. Ternyata memang warga tak terima. Kita sempat tutup sebulan untuk mengurus surat izin. Begitu surat izin diurus, aduan sudah terlanjur ke Gubernur," tambahnya.

Fery Farhati Panen Buah Naga di Kebun Bibit Kamal Muara

Kendati sudah mengurus perizinan, ternyata izin usaha restoran itu masih ada yang kurang di antaranya kepemilikan TDUP dan SLS.

Namun, Kevin menegaskan warga maupun RT dan RW sekitar sebenarnya telah diberikan sosialisasi keberadaan restoran non halal itu dan telah disetujui.

"Akan kita lengkapi lagi yang kurang itu. Untuk berusaha di sini tetap kita lanjutkan karena sudah disetujui juga," tandasnya.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved