Naik 5 Ribu, Kepala Dinas Sosial Sebut Warga Miskin di Kabupaten Bekasi Diprediksi Terus Bertambah

"Bantuan hanya bisa digunakan untuk membeli beras dan telur di e-warung yang sudah disediakan Kementerian Sosial di Kabupaten Bekasi," ujar Abdillah.

Naik 5 Ribu, Kepala Dinas Sosial Sebut Warga Miskin di Kabupaten Bekasi Diprediksi Terus Bertambah
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi kawasan kumuh di Jakarta 

Kepala Sub Bidang Sosial dan Budaya pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi, Irwan, mengatakan, naiknya jumlah penerima KPM bukan berarti bertambahnya warga miskin di wilayah setempat.

Sebagai daerah urban, kata dia, Kabupaten Bekasi masih menjadi daerah tujuan warga lain untuk mengadu nasib.

Di sana, ujar dia, banyak pabrik-pabrik yang terdiri dari sembilan kawasan industri, sehingga banyak warga lain mencari pekerjaan di sana.

Namun dari warga itu, tidak semua mendapat pekerjaan, sehingga mereka didata sebagai warga tanpa penghasilan.

"Kajian Bappeda untuk mengatasi kemiskinan yaitu dengan cara menumbuhkan lapangan kerja. Sebab kemiskinan tak akan bisa dihilangkan apabila suatu daerah tak dapat menciptakan lapangan kerja," imbuhnya.

Dengan semakin bertambahnya data kemiskinan, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas teknis, sehingga ada upaya untuk menciptakan lapangan kerja.

"Kami akan fokuskan bagaimana warga Kabupaten Bekasi mendapatkan pekerjaan, dan pemasukan untuk kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Sementara di Kota Bekasi, jumlah penerima BPNT lebih rendah dibanding Kabupaten Bekasi.

Di Kota Bekasi penerima BPNT ada 68.000 KPM pada 2019 ini.

Sekretaris Dinas Sosial Kota Bekasi Agus Harpa mengatakan, mayoritas penerima BPNT merupakan peserta Program Keluarga Harapan (PKH) yang ada di Kota Bekasi mencapai 38.004 kepala keluarga.

Halaman
1234
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved