Satu Keluarga di Palembang Dibacok Membabi Buta Tetangga Sendiri, Begini Kronologinya

Lantaran diduga menaruh dendam lama, satu keluarga tinggal Jalan KH Azhari Kelurahan 16 Ulu Kecamatan SU II Palembang dibacok tetangganya sendiri

SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Korban pembacokan satu keluarga yang dilarikan di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang 

TRIBUNJAKARTA.COM - Lantaran diduga menaruh dendam lama, satu keluarga tinggal Jalan KH Azhari Kelurahan 16 Ulu Kecamatan SU II Palembang dibacok tetangganya sendiri secara membabi buta, Senin (18/2), sekitar 18.15.

Akibat dari kejadian tersebut, 6 orang korban mengalami luka parah dan salah satunya ibu hamil 7 bulan turut dilarikan ke UGD (Unit Gawat Darurat) RS Muhammadiyah Palembang.

(37), anak Sani (60).

Lanjut Fahmi, pelaku yang juga merupakan satu keluarga, berjumlah 5 orang ini secara tiba-tiba menyerang keluarganya dengan menggunakan senjata tajam jenis pedang, sekitar pukul 18.15.

Pelaku pembacokan satu keluarga saat diamankan
Pelaku pembacokan satu keluarga saat diamankan (SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA)

Lantaran, tak terima disuruh Fahmi untuk memindahkan becak motornya karena menghalangi jalan, Lukman langsung emosi.

Lukman yang emosi langsung pulang ke rumah untuk mengambil pedang dan mengajak 5 orang angggota keluarganya menyerang rumah dan anggota keluarga Fahmi.

Dengan bawa pedang, parang, pecahan kaca dan linggis, Lukman pun mendatangi rumah Fahmi.

Melihat kedatangan Lukman dan anggota keluarganya yang lain, keluarga Fahmi yang saat itu berada di teras rumahnya panik.

Tak Banyak yang Tahu, Duduk Lebih Dari 30 Menit Bisa Menyebabkan Otot Hingga Jaringan Tubuhmu Rusak

Sederet Makanan dan Minuman yang Jadi Pemicu Stres

Wapres Jusuf Kalla Sebut Pengelolaan Lahan Negara oleh Prabowo Subianto Sesuai Undang-undang

Mau Liburan ke Pulau Dewata? Ini Panduan Perjalanan dari Jakarta ke Bali Kurang dari Rp 200 Ribu

Persib Bandung vs Tira Persikabo Jadi Laga Pembuka Piala Presiden 2019

Dengan membabi, pelaku berjumlah 5 lima orang ini langsung melakukan aksi penyerangan terharap keluarga Fahmi.

"Keluarga Lukman berjumlah 5 orang. Awal satu orang keluarga lewat depan rumah kami pak. Lalu bilang awas ye kamu, ini preman dan sekarang mau lewat. Namun kami jawab (biaso bae kak). Tiba-tiba mereka langsung mengeroyok keluarga kami secara membabi buta," ungkap Fahmi ketika ditemui.

Halaman
123
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved