Breaking News:

Belum Dipastikan, Dinas Kesehatan Kota Depok Belum Mau Sebut RS Tempat 2 Terduga DBD Meninggal

Dinas Kesehatan Kota Depok sendiri telah menyampaikan kepada Dinkes Provinsi Jawa Barat bahwa dua korban tersebut belum dapat dipastikan meninggal DBD

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Novarita di Balaikota Depok, Rabu (20/2/2019).  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Meski sudah melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) sejak akhir Januari lalu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok belum dapat memastikan sebab meninggalnya dua terduga korban jiwa akibat demam berdarah dengue (DBD).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Novarita mengatakan PE belum membuahkan hasil karena dua Rumah Sakit (RS) yang menangani korban tak memiliki riwayat penyakit rinci dua korban yang hingga kini dirahasiakan identitasnya.

"Belum, dari RS yang kami minta kronologisnya belum bisa dipastikan. Data RS-nya enggak lengkap. Setiap ada kasus kan kita minta kronologisnya seperti apa, nah belum ada jawaban dari RS yang bersangkutan untuk menjawab ini," kata Novarita di Balaikota Depok, Rabu (20/2/2019).

Serangan Jokowi ke Prabowo, Pengakuan Jusuf Kalla hingga Penjelasan Mendagri Soal Pengelolaan Lahan

Dinas Kesehatan Kota Depok sendiri telah menyampaikan kepada Dinkes Provinsi Jawa Barat bahwa dua korban tersebut belum dapat dipastikan meninggal karena DBD seperti yang diberitakan.

Tak mau terkesan menyalahkan pihak RS, hingga kini Dinkes Kota Depok enggan mengungkap RS mana yang menangani dua korban tersebut.

"Di Provinsi juga sudah kita minta untuk koreksi, memang ada kesalahan. Kita masih minta kronologisnya dari RS. Kalau Ada ada jawaban baru bisa dipastikan kalau ini DBD," ujarnya.

164 Kasus DBD di Jakarta Selatan Selama Februari, Menurun Dibanding Januari 2019

Per bulan Januari, Diketahui Kota Depok mencatat ada 504 pasien yang sempat dirawat inap dan kini sudah diperbolehkan pulang atau menjalani rawat jalan.

Namun 63 di antaranya merupakan terduga penderita DBD, Novarita sendiri menyebut jumlah penderita DBD di bulan Februari ini terus menurun.

"Per Januari 504, itu dibagi dua suspect dan positif DBD. Yang 63 ini suspect DBD. Sudah ada sebagian yang pulang. Sekarang sudah menurun," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved