Erick Thohir Ingin Bantu Sepak Bola Indonesia Jika PSSI Sudah Kondusif

Akan tetapi, ia hanya ingin membantu apabila federasi sepakbola Indonesia, PSSI sudah kembali kondusif.

Editor: Erik Sinaga
Tribunnews.com/Abdul Majid
Ketua Pantia Penyelenggara Asian Games (Inasgoc), Erick Thohir, ditemui seusai acara kunjungan ke beberapa Venue yang ada di Kawsan GBK, Senayan, Jakarta, Jumat (3/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir masih menyimpan keinginannya untuk membantu membenahi sepakbola Indonesia.

Bukan jadi ketum PSSI melainkan lewat operator Liga - yang menjalankan kompetisi sepakbola Indonesia.

Akan tetapi, ia hanya ingin membantu apabila federasi sepakbola Indonesia, PSSI sudah kembali kondusif.

“Waktu itu saya bilang kalau kita diharapkan kontribusi untuk sepakbola salah satunya bisa saja untuk perbaikan liga. Tapi kan tidak bisa liga diperbaiki tanpa kepemimpinan PSSI yang hari ini sedang gonjang-ganjing, tidak mungkin kan,” kata Erick Thohir.

“Makanya dari awal ketika ditanya gimana masalah KLB saya bilang no coment, silakahkan saja KLB dulu. Kalau memang kita dianggap profesional, track recordnya dianggap profesional, ya boleh kita bicarakan tapi bukan pada saat-saat seperti ini baru kita masuk,” jelasnya.

Lebih lanjut, pengusaha yang kini menjabat sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin itu juga menjelaskan bahwa memperbaiki liga sepakbola Indonesia tidak lah mudah.

Sibuk Jadi Ketua TKN, Erick Thohir Tegaskan Tak Ingin Jadi Ketum PSSI

Hasil Rapat Exco PSSI Putuskan Gelar Kongres Luar Biasa dan Minta Saran FIFA

PSSI Putuskan Gelar Kongres Luar Biasa, Ini Dua Agenda Khususnya   

“Yang namanya mengelola liga itu paling tidak perlu waktu tiga tahun untuk perbaikan. Tidak mungkin cuma satu tahun, butuh tiga tahun terus habis tiga tahun mulai stabil baru tahun ke 7,8,9,10 baru terlihat letupannya,ledakannya,” kata Erick.

Seperti diketahui, kini persepakbolaan Indonesia tengah diguncang dengan kasus pengaturan skor yang sudah menetapkan 15 tersangka.

Terakhir, nama Plt Ketum PSSI Joko Driyono juga ditetapkan sebagai tersangka.

Setelah penetapan itu, PSSI pun memutuskan untuk menggelar Kongres Luar Biasa untuk memilih calon Ketua Umum PSSI yang baru.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved