Breaking News:

Ini Pernyataan Summarecon Soal Demo Apartemen Sherwood

Cut menuturkan, berbagai upaya hukum telah ditempuh Makawi sejak lama, namun seluruhnya telah ditolak oleh pihak pengadilan

TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Bela Rakyat Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di depan Apartemen Sherwood, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (21/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KELAPA GADING - PT Summarecon Agung Tbk merespon adanya aksi unjuk rasa yang dilakukan ratusan massa di depan Apartemen Sherwood, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Kamis (21/2/2019).

Head of Corporate Communication PT Summarecon Agung Tbk, Cut Meutia mengatakan pihaknya perlu mengeluarkan keterangan agar tidak sepihak dari pihak pengunjuk rasa dari Aliansi Bela Rakyat Indonesia (ABRI).

Unjuk rasa ini menuntut ganti rugi atas tanah seluas sekitar 3 hektar milik ahli waris bernama Makawi yang di atasnya telah berdiri Apartemen Sherwood.

Cut menjelaskan, pada tahun 1981 tanah tersebut sudah diperjual-belikan antara orang tua ahli waris dengan para pembeli.

Selanjutnya pada tahun 1982, para pembeli telah menjual tanah tersebut kepada PT Summarecon Agung Tbk.

"Sehingga sejak saat itu Summarecon menjadi satu-satunya pemilik yang sah atas tanah tersebut, berdasarkan data yuridis dan data fisik yang tercatat di Badan Pertanahan Nasional Jakarta Utara," kata Cut dalam keterangan tertulisnya.

Cegah Gangguan Ketertiban, Satpol PP Kota Depok Patroli 24 Jam

Cut menuturkan, berbagai upaya hukum telah ditempuh Makawi sejak lama, namun seluruhnya telah ditolak oleh pihak pengadilan dan dihentikan penyidikannya oleh pihak kepolisian.

Pasalnya, yang bersangkutan tidak memiliki hak dan bukti kepemilikan yang sah.

"Demikian klarifikasi ini kami sampaikan, agar pihak-pihak yang berkepentingan maklum," kata Cut.

Aksi unjuk rasa siang tadi berlangsung kondusif dengan adanya pengamanan dari pihak kepolisian. Kendati demikian, lalu lintas di Jalan Raya Kelapa Nias sempat tersendat karena keramaian massa.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved