Dishub Kota Bekasi Bakal Tempel Stiker Nyeleneh di Kendaraan yang Parkir Sembarangan

tujuan pemasangan stiker diharapkan dapat membuat efek jera pengendara agar tidak sembarangan memarkirkan kendaraan

Dishub Kota Bekasi Bakal Tempel Stiker Nyeleneh di Kendaraan yang Parkir Sembarangan
TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Sejumlah mobil dan motor yang parkir sembarangan ditertibkan oleh petugas dishub di Cilandak, Jakarta Selatan pada Senin (11/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Dinas Perhubungan Kota Bekasi terus berupaya membuat efek jera bagi para pengendara mobil yang kerap memarkirkan kendaraan sembarangan.

Sanksi tersebut yakni penempelan stiker.

Kepala Seksi Pengendalian dan Operasional (Dalops) pada Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Bambang N Putra, mengatakan, penerapan sanksi stiker rencananya segera diterapkan mulai Mei 2019 mendatang.

"Iya jadi sudah kita usulkan, stiker yang nantinya buat sanksi itu masih kita siapkan tahapan tender pengadaan," kata Bambang saat dikonfirmasi, Jumat, (22/2/2019).

Bambang menambahkan, teknis sanksi stiker itu nantinya akan ditempel pada badan atau kaca kendaraan.

Pihaknya mengatakan, tujuan pemasangan stiker diharapkan dapat membuat efek jera pengendara agar tidak sembarangan memarkirkan kendaraan.

"Stiker yang nantinya di tempel itu stiker bertuliskan kata-kata nyeleneh, tujuannya buat menyindir pengedara yang parkir kendaraan, buat efek jera juga," ungkap Bambang.

Sedangkan untuk sanksi penggembosan ban tetap akan dilakukan meski sanksi stiker nantinya sudah diterapkan. Stiket kata dia akan menjadi sarana edukasi dan sosialisasi ke pengendara tentang larangan parkir sembarangan di pinggir jalan.

"Selama ini sanksi kempes ban kurang efektif, mereka tetap ada lagi ada lagi karena rata-rata mereka punya alat kompa sendiri yang elektrik itu," ucapnya.

Untuk stiker yang digunakan, Bambang menegaskan, stiker tersebut nantinya merupakan stiker kualitas bagus. Artinya, stiker tersebut tidak mudah dilepas atau dikelet ketika sudah ditempel.

"Iya sulit nanti dikelotok, mudah-mudahan ini bisa jadi efek jera dan edukasi ke masyarakat, tetap kita fokus ke jalan protokol dulu," jelas dia.

Adapun jalan protokol yang dimaksud diantaranya, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Ir Juanda Jalan Chairil Anwar, Jalan Cut Meutia dan jalan yang marak kedapatan kendaraan parkir kendaraan.

"Kita muter setiap hari, anggota kita sebar, setiap hari bisa 50 kendaraan kita gembosin bannya, tapi tetep kurang efektif," jelas dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved