Raih Pengahargaan Adiwiyata Tingkat Nasional, Ini yang Dilakukan Kepala SMAN 72 Jakarta

Diterangkan Dudung, semua unsur sekolah kemudian bergerilya, bersemangat untuk menciptakan kebersihan dan menghijaukan sekolah.

Raih Pengahargaan Adiwiyata Tingkat Nasional, Ini yang Dilakukan Kepala SMAN 72 Jakarta
TribunJakarta.com/Afriyani Garnis
Piagam Penghargaaan Adiwiyata tingkat nasional yang didapat SMAN 72 Jakarta dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI dan Menteri Pendidikan Kebudayaan RI. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Afriyani Garnis 

TRIBUNJAKARTA.COM,  KELAPA GADING - Kepala SMAN 72 Jakarta, Dudung Abdul Kodir berhasil membawa sekolah yang dipimpinnya mendapat Piagam Penghargaan Adiwiyata tingkat nasional 2018.

Ia menceritakan penghargaan tersebut didapat setelah staff, guru, dan siswa berkolaborasi membenahi lingkungan di SMAN 72 agar terbebas dari sampah.

"Saya dikonfirmasi, katanya siap ngak maju ke Adiwiyata Nasional atau tidak, karena sebelumnya sudah pernah mengajukan juga tapi belum dapat, kemudian setelah dipikirkan saya bilang siap," ucap Dudung, saat ditemui wartawan TribunJakarta.com, Jum'at (22/2/2019).

Diterangkan Dudung, semua unsur sekolah kemudian bergerilya, bersemangat untuk menciptakan kebersihan dan menghijaukan sekolah.

"Kemudian disini begerilya,  kebersihan dan penghijuannya ditingkatkan. Siswa diikutsertakan, terutama yang pokja, dari tanam, hidroponik itu siswa yang mengelola," kata Dudung.

Langkah awal yang dilakukannya adalah dengan mengurangi penggunaaan storofoam dan plastik di kantin sekolah.

"Saya liat di kantin juga masih pakai styrofoam, saya bilang nggak boleh pakai styrofoam. Anak-anak diwajibkan bawa makanan sendiri," ujarnya.

"Mau dari rumah tempat makannya ada isinya atau tidak, itu tidak masalah, yang penting dikantin tidak ada storofoam. Dan sudah dikoordinasikan kepada pedagang kantin. Minuman kemasan plastik pun juga dilarang, jadi kalau dikantin, boleh jualan kemasan plastik tetapi hanya untuk dituang ke tumbler," sambung dia.

Sederet Rekomendasi Warung Ayam Geprek Hits di Yogyakarta, Harga Mulai Rp 12 Ribu

Bahkan, Dudung pun memberi himbauan untuk pedagang kantin agar tidak menggunakan cincin melayani dagangannya.

Selain itu, kebersihan kuku dan rambut juga dimintanya untuk menjadi perhatian para pedagang.

"Orang kantin juga tidak boleh menggunakan cincin, himbauan untuk kuku juga tidak boleh panjang bagi pedagang. Lalu rambut juga pakai penutup kepala," ucap Dudung.

Dudung berharap, agar dengan Piagam Penghargaan Adiwiyata yang sudah didapat tersebut, bisa menajadi acuan siswa untuk membiasakan diri menjaga lingkungan, baik di lingkungan sekolah, lingkungan rumah dan lainnya.

"Seluruh siswa digerakkan, karena Adiwiyata ini kan pembiasaan, diharapkan menjadi kebiasaaan dalam rangka menjaga lingkungan, baik di lingkungan sekolah untuk kemudian bisa dibawa ke lingkungan rumah," harap Dudung.

Penulis: Afriyani Garnis
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved