Ratusan Warga Ikuti SosialIsasi Kosmetik Legal di Ciputat Timur

Sekira 500-an warga menghadiri sosialisasi bahaya kosmetik legal di Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Kamis (21/2/2019).

Ratusan Warga Ikuti SosialIsasi Kosmetik Legal di Ciputat Timur
TribunJakarta.com/Novian Ardiansyah
ILUSTRASI: Kosmetik ilegal yang disita BPOM RI di Jalan Taman Surya Boulevard, Komplek Taman Surya II Blok D/03-04, Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (25/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT TIMUR - Sekira 500-an warga menghadiri sosialisasi bahaya kosmetik legal di Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Kamis (21/2/2019).

Hadir Kepala BPOM Serang, Sukriadi Darma, anggota Komisi IX DPR RI Marinus Gea dan tokoh masyarakat sekaligus fasilitator, Dermawan Lase.

Sukriadi menjelaskan kepada warga agar tidak mudah mempercayai kosmetik yang dijual murah.

Terlebih ada kosmetik sejenis dengan harga jauh lebih mahal.

Kosmetik ilegal bisa mengandung bahan yang berbahaya bagi kulit penggunanya.

Ia meminta warga menggunakan kosmetik yang terdapat tanda dari BPOM, karena sudah melewati segala macam tes uji kelayakan.

"Harus lebih selektif dalam memilih produk-produk kosmetik yang beredar," ujar Sukriadi.

Marinus mengimbau warga tidak mudah tergoda dengan iklan produk kosmetik dari media sosial yang bersifat instan.

"Cara kerja kosmetik yang baik adalah bukan bekerja dengan instan," ujarnya.

Dermawan berterima kasih kepada Marinus dan Sukriadi atas penyelenggaraan acara komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) terkait kosmetik yang harusnya dipakai.

"Agenda ini sangat bagus dan bermanfaat terhadap masyarakat karena masyarakat banyak mendapatkan informasi khususnya mengenai produk-produk kecantikan yang beredar di tengah-tengah masyarakat," ujar Dermawan.

Herna, satu dari dari sekira 500-an peserta mengaku senang atas informasi tentang kosmetik di acara tersebut

Baginya informasi itu sangat penting, dan ia berharap kosmetik ilegal bisa diberantas sehingga tidak lagi menimbulkan korban.

"Materi yang disampaikan sangat penting buat kita sehari-hari," ujar Herna.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved