Pilpres 2019

Sindir Politikus Ributkan Undang-Undang Desa, Budiman Sudjatmiko: Mereka Manipulasi Sejarah

Politikus PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko mengomentari politikus yang menyoal Undang-Undang Desa tapi mengklaim tahu sejarahnya.

Sindir Politikus Ributkan Undang-Undang Desa, Budiman Sudjatmiko: Mereka Manipulasi Sejarah
YouTube
Budiman Sudjatmiko 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Dana Desa menjadi topik pembahasan menarik setelah calon presiden 01 Joko Widodo atau Jokowi mengklaim telah membangun 191.000 kilometer jalan desa dari dana desa.

Belakangan, politikus PKS Hidyat Nur Wahid (HNW) yang juga Wakil Ketua Dewan Penasihat Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, menyebut PDI Perjuangan pernah menolak Undang-Undang Dana Desa.

Politikus PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko lalu membantah klaim tersebut dan menyindir politikus yang mengklaim tahu sejarah Undang-Undang Desa.

Sebelumnya, HNW menyebut UU No 6/2014 tentang Desa sebagai landasan pengucuran dana desa di era Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla sudah diteken Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono.

"Dana desa itu berdasarkan Undang-Undang Desa yang diteken Pak SBY tahun 2014 dan sudah dianggarkan oleh beliau di tahun 2015. Itu artinya, dana desa ini ada karena ada UU tentang Desa yang ada sejak zaman Pak SBY," ujar HNW di kompleks DPR-MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (21/2/2019).

HNW menyebut saat itu PDI Perjuangan menolak pembahasan UU Desa di DPR RI.

Jika kini Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyebut anggaran Dana Desa itu ada karena Presiden Jokowi, sebagai hal yang keliru. Ia pun meminta Menteri Tjahjo agar mengoreksi ucapannya.

"Pada masa itu, justru PDI P yang menolak dana desa. Jadi saya berharap besok Pak Mendagri mengoreksi deh, seperti yang lain. Nggak perlu sungkanlah," ungkap HNW.

Dikatakan HNW, Menetri Tjahjo seharusnya menyampaikan kepada rakyat agar mereka tidak perlu khawatir program serupa terhenti, siapapun yang menjadi presiden.

Ia menegaskan tidak semua yang ada di negara ini dihadirkan oleh Presiden Jokowi.

Halaman
123
Penulis: yogi gustaman
Editor: Rr Dewi Kartika H
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved