Siswa SMAN 72 Jakarta Akui Masih Sulit Membiasakan Diri Membawa Tempat Makan dan Tumbler

Kepala SMAN 72 Jakarta, Dudung Abdul Kodir menyebutkan hal tersebut mulai dibiasakan untuk pembiasaan siswa agar tidak bergantung dengan styrofoam

Siswa SMAN 72 Jakarta Akui Masih Sulit Membiasakan Diri Membawa Tempat Makan dan Tumbler
TribunJakarta.com/Afriyani Garnis
Kantin SMAN 72, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jakarta Utara, Jum'at (22/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Afriyani Garnis 

TRIBUNJAKARTA.COM, KELAPA GADING - Dalam rangka mengurangi sampah, Kepala SMAN 72 Jakarta menimalisir penggunaan styrofoam dan botol kemasan plastik di lingkugan sekolah.

Alhasil, sejumlah siswa diminta untuk membawa tempat makan sendiri dari rumah berserta botol tumblernya.

Kepala SMAN 72 Jakarta, Dudung Abdul Kodir menyebutkan hal tersebut mulai dibiasakan untuk pembiasaan siswa agar tidak bergantung dengan styrofoam dan minuman botol plastik.

"Ya jadi itu buat pembiasaan siswa, salah satu cara untuk mengurangi sampah plastik juga makanya kita gerakaan siswa bawa peralatan makan sendiri dari rumah, mau ada isinya atau tidak yang penting dikantin tidak menggunakan storofoam," kata Dudung pada wartawan TribunJakarta.com, Jumat (22/2/2019).

Satu diantara siswa, Yemima Sahusilawane (16) menyebutkan mengatakan bahwa dirinya masih merasa kesusahan ketika kantin tidak menyediakan styrofoam.

"Susah, karena kalau enggak pakai styrofoam kan, masa pakai kertas nasi, masih banyak juga yang enggak bawa tempat makan, karena kalau bawa kan agak berat juga, belum terbiasa," kata Yemima.

Sementara itu, Elizabeth Sarah (16) siswi kelas XI ini justru mendukung larangan menggunakan styrofoam dan botol plastik untuk mengurangi sampah di sekolahnya

"Ya setuju aja, karena mendukung lingkungan, berarti mengurangi sampah di sekolah juga, saya bawa botol tumbler tapi tempat makan enggak, berat soalnya, karena saya makan langsung di kantin," kata Elizabeth. 

Siswi lainnya, Athala Deva (18) mengaku sudah membiasakan diri dengan membawa tempat makan dan botol tumbler sendiri.

Polisi Bekuk Komplotan Begal Bersajam yang Kerap Resahkan Pengendara di KBT

"Merasa ribet sebenernya. Tapi membiasakan diri makan dikantin kan pakai mangkuk, abis makan bisa dikembalikan lagi. Tempat makan sekarang bawa, tumbler juga dibawa. Sudah dari sendiri keinginan bawa sendiri," ucap Athala.

Menurut Athala, kebiasan membuang sampah pun juga harus turut diperhatikan seperti menahan diri saat ingin membuang sampah saat tidak adanya tempat sampah terdekat.

"Kalau buang sampah juga ditahan sampai ketemu tempat sampah, nahan diri kalau bisa. Kan nanti pasti ketenu tempat sampah, aku biasa begitu," katanya.

Pantauan wartawan TribunJakarta.com.pada kantin sekolah SMAN 72 Jakarta memang para siswa tidak terlihat menggunakam styrofoam.

Mereka tampak meminimalisisr penggunaan styrofoam dengan menggunakan piring kertas atau kertas nasi yang disediakan pedagang.

Penulis: Afriyani Garnis
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved