Pilpres 2019

Kritik hingga Sindiran Buntut Puisi Emosional yang Dibacakan Neno Warisman Saat Malam Munajat 212

"Tugas saya hanya membaca puisi munajat jadi mewakili sebuah keinginan yang baik," kata Neno Warisman di lokasi, Kamis (21/2/2019).

Kritik hingga Sindiran Buntut Puisi Emosional yang Dibacakan Neno Warisman Saat Malam Munajat 212
ISTIMEWA/Tangkap layar youtube
Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Neno Warisma saat membacakan doa di hadapan jemaah acara malam Munajat 212 di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (21/2/2019) malam. 

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Neno Warisman turut hadir ke lokasi Malam Munajat 212 di Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Kamis (21/2/2019) malam.

Datang sekira pukul 20.34 WIB, Neno Warisman mengaku kedatangannya kali ini mengemban sebuah tugas untuk membacakan puisi munajat, mewakili keinginan-keinginan yang ia bilang baik.

"Tugas saya hanya membaca puisi munajat jadi mewakili sebuah keinginan yang baik," kata Neno Warisman di lokasi, Kamis (21/2/2019).

Meski begitu, Neno belum mau membocorkan apa isi puisi yang akan dibacakan di atas panggung nanti.

"Nanti, baiknya didengerin," imbuhnya.

Lebih jauh, Neno Warisman juga sedikit berkomentar soal pelaksanaan acara ini.

Kata Neno, kegiatan munajat kali ini tidak berbeda dengan kegiatan pada umumnya.

Yakni berdoa sepenuh hati, mengharapkan keridaan dan bantuan dari Sang Pencipta.

"Munajat seperti biasa adalah kebiasaan yang baik. Kita mencari hari-hari yang baik, menjelang suatu niat," katanya.

PUISI MUNAJAT 212

Halaman
1234
Penulis: wahyu tribun jakarta
Editor: Erlina Fury Santika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved