Breaking News:

Bawaslu DKI Jakarta Bakal Usut Dugaan Kampanye Munajat 212, Fadli Zon: Yang Penting Harus Adil

Dia meminta kepada semua pihak terutama penegak hukum agar bersikap adil dan objektif. Jangan sampai hukum dijadikan alat politik kekuasaan.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon saat menghadiri deklarasi dukungan Prabowo - Sandi di Kirana Sport Center, Jalan Cut Meutia, Kota Bekasi, Minggu, (24/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon tidak permasalahkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta mengusut dugaan pelanggaran Pemilu di acara malam Munajat 212 yang berlangsung di Monas, Jakarta, Kamis, (21/2/2019) lalu.

"Silahkan saja, yang paling penting kan adil, itu yang camat-camat, Pak Tjahjo Kumolo, yang bicara juga bahwa dana desa itu karena Jokowi, jelas dong, bagi-bagi sertifikat, itu juga harus diusut, kalau itu mempunyai pesan-pesan apalagi ada bingkisan-bingkisan kepada paslon tertentu," kata Fadli di Bekasi, Minggu, (24/2/2019).

Dia meminta kepada semua pihak terutama penegak hukum agar bersikap adil dan objektif. Jangan sampai hukum dijadikan alat politik kekuasaan.

"Kita tentu sampaikan ke berbagai pihak, kepada aparat juga supaya berbuat adil, kita ingin polisi TNI dan aparat penegak hukum lainnya itu netral, tidak menjadikan berbagai masalah kaitan hukum itu dijadikan alat untuk kekuasaan atau menguntungkan pihak - pihak tertentu di dalam kontestasi yang tinggal 50 hari ini," ungkap Fadli.

Fadli menilai, sejauh ini ada ketidakadilan yang ditampilkan para penegak hukum. Padahal, dari kubu petahan pihaknya menilai banyak pelanggaran-pelanggaran pemilu yang dilakukan.

"Tetapi kita merasakan bahwa ada ketidakadilan terhadap laporan - laporan pada kita yang jelas - jelas waktu itu juga Pak Luhut, ibu Sri Mulyani bahkan itu di forum internasional, jelas ada suaranya segala macam tidak diapa-apakan, begitu juga dengan kasus yang lain," tegas dia.

Dalam acara malam Munajat 212, dia menegaskan kegiatan tersebut merupakan kegiatan doa bersama. Warga datang pada malam itu untuk meminta pertolongan kepada Allah SWT.

Soal Puisi Neno Warisman, Fadli Zon Sebut Kubu Lawan Baper

"Munajat itu adalah tempat kita untuk memohon doa, memohon pertolongan, memohon bantuan dari Allah SWT," tegasnya.

Dia juga menyangkal tuduhan dari kubu lawan terkait orasi yang disampaikan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan pada malam Munajat 212 sebagai orasi politik.

"Orasiny Pak Zulkifli Hasan adalah orasi kebangsaan, bahkan membawa buku dari undang-undang dasar, ya enggak ada masalah, jangan mencari-cari sesuatu yang tidak ada, malah menurut saya itu akan mereduksi elektabilitas mereka sendiri," tandasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved