Breaking News:

Menyoal Penempatan Perwira TNI di Lembaga Sipil, Gus Nadir: Apa Rela Sipil Jadi Pangdam?

Wacana penempatan perwira aktif TNI di instansi sipil menggelinding, mengundang polemik termasuk kritik untuk Presiden Jokowi dan Menteri Luhut.

Penulis: Yogi Gustaman | Editor: Rr Dewi Kartika H
Twitter/@na_dirs @maman1965
Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Nadirsyah Hosen 

"TOLAK!!

Ini sama aja dgn mengembalikan Dwifungsi TNI yg membahayakan demokrasi.

Wahai sesama Jokower, mari kita rame2 meminta agar pak @jokowi membatalkan rencana ini, krn bertentangan dgn spirit reformasi," cuit Akhmad Sahal, Senin (11/2/2019).

Cuitan Ahmad Sahal tersebut mendapat dukungan dari budayawan Sudjiwo Tedjo.

Presiden Jancukers menyukai sikip pendukung Jokowi tapi tetap kritis.

"Aku suka ini: Mendukung Pak Jokowi tapi tetap kritis...," cuit Sudjiwo Tedjo.

Tak lama kemudian ia membuat cuitan baru soal pekerjaan.

Ia ingin membuktikan, meski tak lulus universitas, dirinya enggak menganggur dan dapat mengerjakan apapun.

Begitu juga dengan sahabatnya, Emha Ainun Nadjib atau akrab disapa Cak Nun.

Sudjiwo Tedjo lantas mempertanyakan kenapa bisa perwira TNI punya banyak ilmu strategi tapi banyak menganggur.

"Aku dan Cak Nun dan lain2 yg gak lulus universitas aja nggak nganggur... kok bisa2nya perwira TNI dgn seabrek ilmu strateginya banyak yang nganggur? Kok bisa utk bekerja nunggu dulu ada jabatan/nggak? Padahal apa aja kan bisa dikerjain?" sindir Sudjiwo Tedjo.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved