Pemerintah Harap Peran Masyarakat Dalam Kurangi Sampah

Menurutnya konsep 3R, yakni reduce, reuse, recycle sangat mungkin dan berdampak besar mengurangi jumlah sampah bila dilakukan seluruh masyarakat

Pemerintah Harap Peran Masyarakat Dalam Kurangi Sampah
TribunJakarta/Bima Putra
Tumpukan sampah di satu kolam penampungan di TPA Cipayung, Depok, Minggu (8/7/2018) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, SUKMAJAYA - Direktur Penilaian Kinerja Pengelolaan Limbah B3 dan Limbah Non B3 Kementerian KLHK Sinta Saptarina menilai perlu adanya peran aktif masyarakat guna memuluskan Target pemerintah dalam mengelola 100 persen pada tahun 2025.

Sinta mengatakan peran masyarakat termasuk dalam pengurangan sampah amat besar karena berperan sebagai penghasil sampah yang nantinya dikelola pemerintah melalui berbagai cara.

"Inisiatif dari masyarakat sangat dibutuhkan karena target pengelolaan tahun 2025 itu 100 persen. Masyarakat bagian penting dari pengurangan sampah, jadi pengurangan itu akan sangat baik ketika dari hulunya," kata Sinta di Grand Depok City, Minggu (24/2/2019).

Menurutnya konsep 3R, yakni reduce, reuse, recycle sangat mungkin dan berdampak besar mengurangi jumlah sampah bila dilakukan seluruh masyarakat.

Khususnya dalam mengurangi sampah plastik, mengingat Indonesia sekarang dikenal sebagai negara penghasil sampah plastik nomor urut dua terbanyak di dunia.

Hari Terakhir Digelar, Pengunjung Serbu Astindo Travel Fair 2019 di JCC

"Masyarakat sebagai penghasil sangat berperan untuk mengurangi dari awal. Misalnya, sudah tidak menggunakan produk yang akan menimbukan limbah plastik, seperti gelas plastik, kantong plastik, sedotan plastik, seperti itu," ujarnya.

Sinta sendiri mengapresiasi kehadiran berbagai komunitas peduli lingkungan yang membantu penanganan sampah, seperti gerakan membersihkan Sungai Ciliwung.

Sampah di Sungai Ciliwung, lanjut Sinta dapat mencapai 7.000 ton per harinya, namun hanya 75 persennya yang terangkut, sisanya terbawa sampai ke Laut.

"25 persen sampah sampai ke laut. Padahal mikroplastik itu sangat bahaya, mengingat itu bisa masuk ke dalam semua biota laut yang bisa kita makan dan juga menjadi perhatian Internasional," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved