Breaking News:

2.160 Botol Miras Disita Petugas Gabungan Saat Operasi Pekat di Teluk Gong

"Hasilnya ada 180 dus dengan jumlah total 2.160 botol minuman keras berbagai merk yang kita sita," kata Budi.

ISTIMEWA/Dokumentasi Satpol PP Jakarta Utara
Petugas menyita botol minuman keras dalam operasi pekat Sabtu (23/2/2019) malam hingga Minggu (24/2/2019) dini hari. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Petugas gabungan menyita 180 dus yang terdiri dari 2.160 botol minuman keras (miras) saat melakukan operasi dalam rangka razia penyakit masyarakat (pekat) Sabtu (23/2/2019) malam hingga Minggu (24/2/2019) dini hari.

Sebanyak 90 petugas gabungan dari Satpol PP, Kepolisian, dan TNI menggelar operasi pekat di Jalan Teluk Gong Raya, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara.

Kepala Seksi Penyidikan Pegawai Negeri Sipil dan Penindakan Satpol PP Jakarta Utara, Budi Salamun menjelaskan, operasi pekat malam tadi dilakukan untuk menekan peredaran miras di wilayah Jakarta Utara.

Hal itu dilakukan terutama setelah adanya aduan dari masyarakat terkait peredaran miras di wilayah Teluk Gong.

"Hasilnya ada 180 dus dengan jumlah total 2.160 botol minuman keras berbagai merk yang kita sita," kata Budi.

Budi menjelaskan, peredaran miras di Teluk Gong karena lokasinya berada di kawasan RPTRA Kalijodo yang dikhawatirkan akan memicu kerawanan sosial.

Operasi Pekat di Koja, 19 Bocah dan 2 Terduga Wanita Tuna Susila Diamankan

Selain itu, peredaran miras juga melanggar Perda Nomor 8 Tahun 2007 tentang ketertiban umum.

"Kita akan lakukan pengawasan berkala agar kawasan tersebut benar-benar bebas peredaran miras melanggar aturan," kata Budi.

Camat Penjaringan, Mohammad Andri menjelaskan 2.160 botol miras berbagai merek disita petugas dari sebuah agen milik pria berinisial S.

"Didapati setelah dilakukan penyisiran terhadap sejumlah toko penjual minuman. Miras ini kemudian kita langsung serahkan ke petugas Satpol PP Jakarta Utara untuk dimusnahkan," ucap Andri.

Menurut Andri, petugas juga sempat menghentikan acara live musik di sekitar Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kalijodo.

Sebab, acara itu dikeluhkan warga sekitar karena mengganggu ketertiban.

"Lokasi itu kerap dikeluhkan warga sering menggelar live musik hingga tengah malam. Semoga ke depannya warga maupun pengunjung RTH Kalijodo mematuhi aturan yang ada," kata Andri.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved