Rumah Longsor di Jagakarsa, Wali Kota Jaksel Sebut Warga Membangun Secara Asal

Marullah menuturkan, melihat kondisi bangunan itu berada di atas tebing yang terjal, bangunan tersebut harus dilakukan pembongkaran

Rumah Longsor di Jagakarsa, Wali Kota Jaksel Sebut Warga Membangun Secara Asal
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Sejumlah petugas SDA Jagakarsa tengah membuat cerucuk dolken di pondasi yang rentan longsor di Cipedak pada Minggu (24/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Bagian belakang sebuah rumah milik warga yang bermukim di Jalan Bakti 89 RT 001 RW 004 Kelurahan Cipedak, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan longsor pada Minggu (24/2/2019) sore.

Akibatnya, reruntuhan tanah diseritai puing-puing tembok menimpa empat motor milik penghuni kontrakan yang berada tepat di belakangnya.

Peristiwa longsor itu tak memakan korban jiwa namun sejumlah warga terdampak akibat longsor itu hingga mengungsi.

Menanggapi persoalan yang menimpa warganya, Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah Matali menuturkan kejadian itu terjadi lantaran warga membuat bangunan secara sembarangan.

Warga tak peduli dengan kontur tanah di wilayah Cipedak yang mayoritas bertebing.

"Di Cipedak memang daerahnya berkontur bertebing. Rupanya kadang-kadang masyarakat bikin asal. Dia enggak melihat bahwa ada dampak tertentu, terjadilah apa yang terjadi," bebernya kepada TribunJakarta.com di acara Hari Peduli Sampah Nasional, Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Senin (25/2/2019) di lokasi.

Marullah menuturkan, melihat kondisi bangunan itu berada di atas tebing yang terjal, bangunan tersebut harus dilakukan pembongkaran.

"Mau enggak mau ada bangunan yang mesti dikurangi sedikit karena bebannya berat. Harus disesuaikan. Mereka juga tahu mau dipertahankan ya bahaya dong. Ada beberap bagian rumah yang harus dikurangi," lanjutnya.

2 Hari Pascakebakaran Kapal di Muara Baru, Warga: 20 Tahun Saya di Sini Baru Lihat Dermaga Kosong

Berkaca dari longsor yang menimpa warganya, Ketua RT 001 RW 004 Abdul Syukur mengatakan tak sedikit kondisi bangunan rentan akan longsor yang dibangun di lokasi yang bertebing.

Sehingga, lanjutnya, longsor bisa saja terjadi di sejumlah wilayah di permukimannya.

"Memang ada beberapa rumah di sekitar sini yang cukup mengkhawatirkan yang butuh penanganan agar tidak terjadi longsor," paparnya.

Lurah Cipedak, Rizki Januar pun mengakui banyak rumah-rumah warga di permukimannya yang dibangun di atas tebing.

Rizki melanjutkan dirinya mengalami kesulitan untuk membangun kembali rumah warganya yang longsor lantaran warga membangun di lahan yang bukan peruntukkannya.

"Kami kesulitan untuk membantu mereka untuk membangun kembali rumahnya, karena memang bukan laham Pemda. Mereka membangun tanpa izin karena itu tebingan, Pemda tidak bisa masuk," tandasnya.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved