Wali Kota Tangsel Targetkan Pembangunan PLTSa Cipeucang Mulai Tahun Ini

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Cipeucang ditargetkan mulai tahun ini, sekira September-Oktober.

Wali Kota Tangsel Targetkan Pembangunan PLTSa Cipeucang Mulai Tahun Ini
TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany, selepas menjadi pembina upacara perayaan Hari santri 2018 di Pesantren Al-Amanah Al-Gontori, Pondok Aren, Tangsel, Senin (22/10/2018) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Wali Kota Tangerang Selatan ( Tangsel), Airin Rachmi Diany, menyatakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Cipeucang ditargetkan mulai tahun ini.

Airin menjelaskan saat ini sedang proses pembuatan detail engineering design (DED) PLTSa yang disebutnya pertama di Indonesia itu.

"Kita sedang paralel berjalan DEDnya akan kita dapat," ujar Airin di Serpong.

Ia juga menjelaskan, setelah sudah ada DED, lelang untuk pengelolaan akan dibuka pada bukan April dan Mei.

"Pengelolaannya ya nanti profesional. April Mei akan kita lelang, dengan target September-Oktober. Mudah-mudahan sudah ada pemenang dan ada peletakan batu pertama," ujarnya.

Politikus Partai Golkar itu mengatakan pembuatan hingga pengelolaan tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) melainkan menggunakan sistem kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).

"Kita paralel berjalan Alhamdulillah dengan konsep KPBU. Kita tidak menggunakan dana APBD, tapi investasi langsung dari siapapun untuk mengelola sampah," jelasnya.

Ibu dua anak itu mengatakan lelang untuk PLTSa itu akan dibuka selebar-lebarnya kepada pihak manapun yang memenuhi syarat.

"Saya ingin sampaikan nanti terbuka lelangnya silakan, siapapun pemenangnya silakan. Yang terpenting bagaimana kita sampah selesai tidak hanya di rumah tangga saja, tidak di TPA kita, tetapi akan menjadi listrik dan yang lainnya," ujarnya.

Selain PLTSA, pengelolaan sampah di Tangsel juga akan dibagi pembuangannya ke Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Nambo di Klapa Nunggal, Bogor, mulai 2020.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tangsel, Toto Sudarto, memaparkan volume sampah di Tangsel per harinya mencapai 970 ton per hari.

300 ton di antaranya akan dibuang ke Nambo, sedangkan 350 ton dikelola swasta dan sisamya 250 ton dibuang ke Cipeucang.

"300 ton per hari. Setiap hari di Tangsel sendiri 970 ton per hari. Yang ke Cipeucang 250 ton sisanya ke swasta, seprti di BSD dan Bintaro," ujar Toto di Serpong, Senin (25/2/2019).

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved