BMKG Sebut Wilayah Jakarta Masih Aman dari Tsunami

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan wilayah DKI Jakarta masih aman dari potensi tsunami.

BMKG Sebut Wilayah Jakarta Masih Aman dari Tsunami
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Diskusi 'Amankah Jakarta dari Tsunami?' di Putri Duyung Ancol, Kamis (28/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PADEMANGAN - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan wilayah DKI Jakarta masih aman dari potensi tsunami.

Berdasarkan pemodelan tsunami yang dilakukan BMKG, wilayah DKI Jakarta aman dari tsunami meskipun terjadi gempa bermagnitudo 8,7.

Angka tersebut diambil dari analisa para pakar dan sejarah terjadinya gempa di dekat pesisir Jakarta.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan, hal itu didapat dari hasil pemodelan yang telah dilakukan oleh BMKG.

Dalam diskusi 'Amankah Jakarta dari Tsunami?' di Putri Duyung Ancol, Jakarta Utara, Rahmat menjelaskan bahwa pemodelan itu ditarik dari titik tsunami di Selat Sunda.

"Kalau dari semua itu kalau di Jakarta kami modelling-nya kan dari Selat Sunda semua dan dengan magnitudo 8,7 saja tidak begitu signifikan untuk di Jakarta," ungkapnya, Kamis (28/2/2019).

Selain lokasinya yang tak jauh dari pesisir Jakarta, Selat Sunda juga dipilih sebagai lokasi pemodelan lantaran adanya lempeng tektonik Sunda megathrust.

Rahmat menuturkan, pemodelan yang dilakukan BMKG mempunyai variasi skenario yang berbeda-beda ditinjau dari kedalaman dan magnitudo gempa.

"Ada sekitar 18.000 berbagai skenario kalau magnitudo 8,7 kedalaman sepuluh kilometer dampaknya begini, kedalaman sebelas kilo dampaknya begini, dan seterusnya," kata Rahmat.

Dari hasil pemodelan BMKG, ketinggian gelombang di pesisir Jakarta masih dalam kondisi aman yakni hanya mencapai puluhan sentimeter apabila terjadi gempa bermagnitudo 8,7 skala richter di Selat Sunda.

Namun, apabila magnitudo gempa lebih dari 8,7 skala richter, bukan tidak mungkin tsunami bisa menerjang Ibu Kota.

Tak Ingin Menyimpannya, Istri Bani Seventeen Ungkap Nasib Bass Kesayangan Suami Kini Seusai Tsunami

Pemprov Banten Siapkan 17,89 Hektar Lahan Hunian Tetap untuk Korban Tsunami

Sebab, kata Rahmat, meskipun angka tersebut sudah berdasarkan penelitian para pakar dan sejarah yang ada, bukan tidak mungkin angka tersebut bisa meleset ke depannya.

"Sebagai contoh ada gempa di Jepang sejarah maksimalnya 8 SR, maka dibuatlah kalau 8 (magnitudonya), ketinggian tsunaminya katakanlah tiga meter maka dibangun tembok empat meter. Yang terjadi apa, ternyata kemarin kan 9,0 (magnitudonya), keluar dari sejarah," beber dia.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved